Sabtu, 03 Mei 2014

Batal penuhi undangan SBY, oposisi sebut Abbott memalukan

Batal penuhi undangan SBY, oposisi sebut Abbott memalukan

Jakarta (MI) : Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, menunda kunjungan ke Indonesia yang semula dijadwalkan awal pekan depan. Penyebab batalnya kunjungan Abbott ke Forum internasional di Bali tersebut diyakini karena masalah operasi penanaganan pencari suaka atau manusia perahu.
 
Pihak Indonesia, sudah memastikan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Abbott secara resmi. Namun, pihak Abbott semalam mendadak membatalkan kunjungan itu. Partai Greens atau Partai Hijau yang merupakan partai oposisi Australia pada Sabtu (3/5/2014) mengecam batalnya kunjungan Abbbot ke Indonesia.

Mereka menyebut kebijakan Abbott yang kejam dalam mengatasi para pencari suaka sangat memalukan. Oposisi juga mengkritik kebijakan Abbott yang tidak kunjung memulihkan hubungan dengan Indonesia.

”Ini adalah tindakan Tony Abbott. Ia memalukan di mata internasional dan di dalam negeri,” kata pemimpin Partai Hijau, Christine Milne dalam sebuah pernyataan.

”Indonesia menyatakan ketidaksenangan karena Australia membuang manusia perahu ke perairan Indonesia. Bayangkan betapa memalukannya itu ketika Presiden Yudhoyono harus berdiri dengan Tony Abbott,” lanjut dia.
 
Lewatkan kesempatan

Milne menyayangkan sikap Abbott yang telah melewatkan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Indonesia. ”Hal ini sangat jelas bahwa Indonesia ingin memulihkan hubungan seperti halnya Australia, tapi sementara pemerintah Abbott terus membuang manusia perahu ke perairan Indonesia, ia akan terus membahayakan hubungan (dengan Indonesia),” imbuh dia.

Batalnya kunjungan Abbott sudah dikonfirmasi dari juru bicaranya. ”Upaya untuk melakukan perjalanan ke Indonesia telah ditunda, tapi kami berharap untuk menemukan tanggal lain (sebagai gantinya) segera,” bunyi pernyataan juru bicara Abbott yang dilansir Australian Associated Press.

Kunjungan itu tampaknya dianggap terlalu berisiko bagi Abbott yang hingga kini masih menjalankan operasi pengusiran para manusia perahu yang hendak menuju Australia. Padahal, undangan Abbott oleh Presiden Yudhoyono ke Bali menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk mempebaiki hubungan bilateral yang telah retak.

Rusaknya hubungan dua negara ini selain karena masalah penanganan pencari suaka, di mana kapal-kapal Australia beberapa kali melanggar kedaulatan Indonesia, juga karena masalah penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap ponsel presiden, istri dan para pejabat tinggi Indonesia beberapa tahun lalu.





Sumber :  Sindonews

2 komentar:

  1. stategi abbott memang jozz.. Dia tau kalau pemerintah indonesia itu pecinta damai. Jd kalau di ajak berselisih pasti tdk bs tahan lama, lha kalau sudah tidak tahan pst menggunakan jurus PDKT, atau merayu-rayu supaya mau berdamai lagi, walaupun tanpa syarat.

    BalasHapus
  2. Ya hrs tahu strategi kalau tdk tahu strategi ndak akan jadi PM, kalau saya melihatnya hanya masalah Pres sekarang kan tdk begitu penting soalnya dia ingin dg Pres yg baru dan masa jabatannya kan 5 tahun kedepan serta ingin mengetes Pres yg baru apa bisa digertak dg F-35 atau malah spt macan beneran malahan menjadi ketakutan he......he...

    BalasHapus