Sunday, November 16, 2025

20 Ribu Prajurit TNI Disiapkan untuk Gaza: DPR Ingatkan Jangan Dimanfaatkan Israel


Jakarta (MI) : Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyoroti rencana pemerintah untuk mengirim sekitar 20 ribu personel TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menekankan bahwa langkah besar ini harus dilakukan dalam kerangka misi penjaga perdamaian internasional, bukan dimanfaatkan pihak tertentu untuk agenda lain.

Sukamta mengingatkan bahwa pengiriman pasukan Indonesia harus benar-benar bertujuan memperkuat misi kemanusiaan. “Jangan sampai keberadaan pasukan kita dimanfaatkan Israel untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak berhasil diraih melalui serangan brutal selama dua tahun terakhir di Gaza,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/11/2025).

Legislator PKS tersebut tetap optimistis pemerintah mampu mewujudkan misi kemanusiaan ini dengan tepat. Menurutnya, pengiriman pasukan harus dilakukan dengan membawa mandat resmi dari lembaga internasional yang memiliki otoritas kuat. “Pengiriman pasukan perlu berada dalam payung besar lembaga dunia seperti PBB atau OKI Plus,” tegasnya.

Terkait matra TNI yang akan dikirim, Sukamta menilai hal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta kesiapan masing-masing angkatan. Ia menjelaskan bahwa TNI AD dibutuhkan karena konflik di Gaza banyak melibatkan operasi darat. Sementara itu, TNI AL dan TNI AU diperlukan untuk mendukung pengawalan bantuan kemanusiaan melalui jalur laut dan udara.

Tidak hanya itu, satuan siber juga dinilai penting untuk mengantisipasi potensi serangan siber dari kedua belah pihak. “Selain itu, pasukan kesehatan seperti Korps Kesehatan Militer di TNI AD juga sangat diperlukan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan 20.000 prajurit TNI untuk misi perdamaian di Gaza. Penyiapan pasukan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Sjafrie menjelaskan bahwa prajurit yang dipilih adalah mereka yang memiliki spesialisasi di bidang kesehatan dan konstruksi, mengingat kebutuhan mendesak untuk membantu pemulihan infrastruktur dan layanan kemanusiaan di Gaza. “Pemikiran Presiden adalah memaksimalkan 20.000 prajurit yang kita siapkan, dengan fokus pada kesehatan dan konstruksi,” jelas Sjafrie usai bertemu Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Major General Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

No comments:

Post a Comment