Sunday, November 2, 2025

KRI Canopus-936: Kapal Hidro-Oseanografi Terbaru TNI AL Siap Perkuat Armada Penelitian Laut Dalam


Bremen (MI)Kapal pendukung hidro-oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI Canopus-936, telah sukses menjalani pelayaran uji coba di Neustädter Hafen, Bremen, Jerman. Kapal sepanjang 105 meter ini merupakan hasil kerja sama internasional yang melibatkan PT Palindo Marine, Abeking & Rasmussen, dan Fassmer sebagai kontraktor utama dalam proyek pembangunannya.

Proses Pelayaran dan Pengiriman Kapal

Fassmer mengumumkan bahwa uji pelayaran berlangsung selama tiga hari. Prosesnya diawali dengan pemindahan kapal ke atas tongkang angkat berat BHV Innovation menggunakan Self-Propelled Modular Transporter (SPMT). Selanjutnya, tongkang tersebut membawa KRI Canopus menuju Neustädter Hafen.

Sama seperti kapal pendukung hidro-oseanografi modern lainnya milik TNI AL, nama “Canopus” diambil dari bintang paling terang dalam sebuah rasi bintang, mencerminkan filosofi bahwa kapal ini akan menjadi “penunjuk arah” bagi penelitian laut Indonesia.


Spesifikasi dan Kemampuan Kapal



KRI Canopus memiliki panjang 105 meter dengan bobot perpindahan sekitar 3.400 ton. Kapal ini mampu melaju hingga 16 knot dan memiliki daya tahan beroperasi selama 60 hari di laut. Dilengkapi dengan kapasitas 90 personel dan 200 ton ruang muatan tambahan, kapal ini siap mendukung berbagai misi ilmiah dan militer.

Sebagai kapal penelitian dan pendukung hidro-oseanografi, KRI Canopus juga memiliki dek helikopter yang dapat menampung heli dengan berat maksimum (MTOW) hingga 12 ton, meski tanpa hanggar. Untuk pertahanan diri, kapal ini dibekali meriam kaliber 20 mm dan senapan mesin 12,7 mm.

TNI AL juga melengkapi kapal ini dengan berbagai sistem hidro-oseanografi canggih, seperti:

  • Kendaraan Bawah Air Otonom (AUV)

  • Kendaraan yang Dioperasikan dari Jarak Jauh (ROV)

  • Kendaraan Udara Nirawak (UAV)

Perpaduan sistem tersebut menjadikan KRI Canopus sebagai platform modern untuk eksplorasi bawah laut dan penelitian kelautan.


Kolaborasi Industri dan Transfer Teknologi


Pembangunan KRI Canopus merupakan bagian dari kolaborasi antara industri pertahanan dalam negeri dan mitra luar negeri. PT Palindo Marine dari Indonesia bertanggung jawab atas pembangunan lambung kapal. Proses dimulai dengan pemotongan baja pertama pada 15 September 2023, dilanjutkan peletakan lunas pada 14 Desember 2023, dan peluncuran resmi pada 24 September 2024 di galangan kapal Palindo Marine, Batam.

Setelah peluncuran, kapal diangkut oleh Rolldock Star, kapal pengangkut muatan berat, menuju fasilitas Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman, dan tiba pada 2 Desember 2024.

Menurut Kementerian Pertahanan RI, pembangunan kapal oleh Palindo Marine ini merupakan bagian dari perjanjian offset dengan Abeking & Rasmussen. Sebelumnya, pada Agustus 2023, perusahaan Jerman tersebut juga telah menyerahkan dua kapal Mine Countermeasure Vessel (MCMV), yaitu KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, kepada TNI AL.

Abeking & Rasmussen sendiri bertindak sebagai kontraktor utama, bertanggung jawab atas pengiriman kapal, peningkatan konten lokal, dan transfer teknologi. Sementara Fassmer berperan dalam desain dan konstruksi, mengadaptasi rancangan ORV100 yang telah terbukti efisien untuk kapal riset.

Seluruh proses perlengkapan kapal dilakukan di bawah pengawasan langsung tim khusus dari TNI AL untuk memastikan standar kualitas dan kesiapan operasional sesuai kebutuhan militer Indonesia.


Siap Perkuat Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL

Pada September 2025, sebanyak 93 personel TNI AL telah menyelesaikan pelatihan khusus untuk menjadi awak kapal KRI Canopus-936. Setelah seluruh proses penyelesaian dan pengujian rampung, kapal ini dijadwalkan berlayar ke Indonesia pada akhir tahun 2025 dan akan ditempatkan di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan memperkuat kemampuan Indonesia dalam penelitian oseanografi, survei bawah laut, serta mendukung operasi kemaritiman nasional, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri pertahanan dalam negeri melalui kerja sama strategis dengan mitra global.

No comments:

Post a Comment