Selasa, 29 April 2014

Koarmatim Latihan Uji Kesenjataan KRI dan Operasi Amfibi





Surabaya (MI) : Sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas dan memiliki beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan perairan negara tetangga, memberikan konsekuensi harus mampu mengelola, memanfaatkan dan menjaga wilayah perairan dengan baik. Hal ini dikatakan Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum dalam amanatnya yang dibacakan Kasarmatim Laksma TNI Siwi Sukma Adji saat upacara pembukaan Latihan Parsial I dan II tahun 2014 di Gedung Puslatkaprang, Kolatarmatim, Senin (28/4).




Menurut Pangarmatim, pengelolaan, pemanfaatan dan pengamanan wilayah perairan secara baik, terutama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan akan mencegah terjadinya konflik dengan negara tetangga, khususnya di wilayah perairan yang saat ini masih menjadi sengketa.



Sebagaimana yang kita ketahui, kata Pangarmatim, kemampuan pertahanan suatu negara akan menentukan nilai tawar dan daya tangkal dalam relasinya dengan negara lain. Hal ini sejalan dengan perkembangan lingkungan strategis yang terjadi, dimana negara-negara kawasan memandang wilayah perairan sebagai aset masa depan, sehingga menempatkan pembangunan kekuatan militer, khususnya angkatan laut sebagai prioritas utama guna memelihara kepentingannya.
 

 

Menyikapi hal tersebut, menurut Pangarmatim, Indonesia khususnya TNI AL tidak boleh lengah dan harus terus melakukan upaya-upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta selalu melatih personel yang mengawakinya, agar tidak tertinggal oleh negara lain.



Untuk itu kegiatan latihan secara berjenjang dan berlanjut perlu dilaksanakan, termasuk Latihan Parsial I yaitu Taktik Peperangan Laut dan Uji Kesenjataan KRI serta Latihan Parsial II yang meliputi Latihan Operasi Amfibi yang telah resmi dibuka.


 

Dalam Latihan Parsial I tahun ini melibatkan beberapa unsur dari berbagai satuan Koarmatim yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Rencong-622, KRI Kersi-624, KRI Singa-651, KRI Hiu-634, KRI Pandrong-801, KRI Pulau Rengat-711 serta didukung 2 Helikopter  BO dan 2 pesawat Cassa CN-235 dari Puspenerbal Juanda.



Sedangkan dalam Latihan Parsial II akan digambarkan pokok-pokok rencana latihan gabungan TNI tahun 2014 dan menguji kesiapan unsur-unsur Satfib Koarmatim yang akan terlibat latihan gabungan. Latihan akan berlangsung mulai tanggal 28 April hingga 8 Mei 2014 dan berlangsung di pangkalan Surabaya, Laut Jawa dan Perairan Banongan Situbondo.





Sumber : Koarmatim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar