Friday, September 27, 2013

PANGLIMA TNI, KASAD, DAN KASAU JADI WARGA KAPAL SELAM TNI AL


Laut Jawa (MI) : Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat  (Kasad) Jenderal TNI Budiman, dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau)  Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia disematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana sekaligus dikukuhkan sebagai warga kehormatan kapal selam TNI Angkatan Laut. Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam, dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya.

Penyematan Brevet Hiu Kencana dan pengangkatan sebagai warga kehormatan kapal selam kepada Panglima TNI, Kasad, dan Kasau dilaksanakan dalam suatu upacara militer  dengan  Inspektur  Upacara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio di kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala-402 yang tengah menyelam di Laut Jawa. Penyematan brevet dilakukan langsung oleh Kasal.

Upacara penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang diselenggarakan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan seluruh warga kapal selam dan jajaran TNI Angkatan Laut kepada tokoh-tokoh yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam secara langsung maupun tidak langsung.

Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio mengatakan bahwa kapal selam merupakan salah satu alutsista andalan bagi sebagian besar Angkatan Laut negara di dunia, khususnya yang mempunyai perairan laut dan kepentingan terhadap akses  dan pengendalian maritim. Kepemilikan kapal selam oleh satu negara sangat bernilai strategis, karena merupakan instrumen kekuatan yang digunakan, di masa perang maupun masa damai. 

 

“Pada masa perang, kapal selam memiliki kemampuan menghindari deteksi dan menyerang dengan senyap untuk menghancurkan armada musuh, menyusup ke garis pertahanan dan memutuskan garis perhubungan laut lawan.   Adapun pada masa damai, kehadiran kapal selam akan memberikan dampak penangkalan (deterrence effect) dan menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi tawar (bargaining position) negara di mata dunia,” tegasnya.

Selaras dengan pelaksanaan tugas operasional kapal selam yang demikian berat dan strategis, Laksamana TNI Dr. Marsetio menegaskan bahwa penugasan sebagai personel pengawak di kapal selam, memerlukan kriteria-kriteria khusus yang harus dipenuhi, baik dari aspek fisik, kesehatan, kejiwaan dan kesamaptaan jasmani serta mampu bekerja sama sebagai team work yang solid. Tuntutan kriteria ini, menjadi pembeda antara prajurit kapal selam dengan prajurit yang berdinas di tempat lainnya. “Atas dasar tersebut, pemimpin TNI Angkatan Laut memberikan penghargaan bagi personel pengawak kapal selam dengan atribut kebanggaan yaitu Brevet Hiu Kencana,” tegasnya.




Sumber : TNI AL

No comments:

Post a Comment