Jumat, 12 Desember 2014

Pemerintah Terus Dukung Penuh Industri Pertahanan Dalam Negeri

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/184097menhan-tinjau-pabrik-pembuat-bom.jpg

Malang (MI) : Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan  bahwa pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pertahanan akan terus mendukung penuh industri pertahanan dalam negeri. Dukungan tidak hanya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara tetapi juga kepada perusahaan-perusahaan swasta. 

"BUMN yang milik negara, BUMS-swasta, apapun namanya harus didukung karena perlahan-lahan kita menuju mandiri. 10 tahun ke depan, kita akan mendiri secara persenjataan 90 persen," kata Menhan disela-sela kunjungannya ke perusahaan industri pertahanan swasta nasional pembuat bom pesawat, PT Sari Bahari di Malang, Jumat (12/12). Dalam kunjungan ini, Menhan dan rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Sari Bahari, Ir Ricky Hendrik Egam.

Kunjungan didahului dengan penjelasan profile perusahaan dan kemampuannya dalam mendukung kebutuhan Alutsita TNI yang disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Sari Bahari. Selanjutnya, Menhan Ryamizard meninjau secara langsung proses pembuatan bodi-bodi bom hingga yang sudah dalam bentuk packing.

Sementara itu Direktur Utama PT Sari Bahari  menyampaikan,  kunjungan  ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi PT. Sari Bahari, karena dengan kunjungan ini tentunya menunjukan dukungan pemerintah yang luar biasa kepada industri Alutsista dalam negeri. Kunjungan ini juga akan menambah atau memompa semangat PT. Sari Bahari sebagai perusahaan industri pertahanan untuk lebih giat berinovasi dan terus berkontribusi dalam turut mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Lebih lanjut Direktur Utama PT Sari Bahari  menjelaskan, PT. Sari Bahari didirikan pada tahun 1993 dan sudah turut berparsitipasi memenuhi kebutuhan Alutsista TNI sejak tahun 2000. Awalnya, PT Sari Bahari membuat smoke warhead atau kepala asap untuk roket FFAR dimana hasil dari produksi tersebut dibeli oleh PT Dirgantara Indonesia.

Sejak tahun 2000 hingga sekarang kira-kira sudah 10.000 pcs diproduksi oleh PT Sari Bahari.  Dan terakhir, PT Sari Bahari memproduksi roket hulu ledak asap (Smoke Warhead) kaliber 70 milimeter untuk digunakan pada roket pesawat Super Tucano TNI AU.

Lebih lanjut Ir Ricky Hendrik Egam yang juga pendiri PT Sari Bahari  menjelaskan bahwa perusahaannya mampu memproduksi 5 jenis bom. Yaitu Bom P-100L dan P-100 untuk Sukhoi, P-25, Smoke Warhead dan Folding FIN‎ (Standar NATO). Namun untuk pengisian bom masih harus bekerjasama dengan perusahaan dalam negeri lain.

Turut mendapingi Menhan dalam kunjungan ini, Irjen Kemhan Marsdya TNI Ismono Wijayanto Dirjen Renhan Kemhan RI Marsekal Muda TNI M. Syaugi, Mayjen TNI Yudi Iswastanto dan beberapa pejabat di jajaran Kemhan.

















Sumber : DMC Kemhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar