Sabtu, 13 Desember 2014

Jokowi sebut beli kapal selam dari Korsel untuk agenda maritim

Jokowi sebut beli kapal selam dari Korsel untuk agenda maritim

Seoul (MI) : Untuk menambah kekuatan armada laut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan program pengadaan persenjataan era SBY yang memesan tiga kapal selam baru dari Korea Selatan. Kapal selam yang dipesan Indonesia adalah kelas Chang Bogo senilai USD 250 juta.

Jokowi mengatakan, kapal selam tersebut ada yang dibuat di negeri ginseng itu. Ke depan, Jokowi mengupayakan agar ada kerjasama pembuatan antara Korsel dengan Indonesia.

"Ke depan yang diusahakan adalah join production, sehingga ada transfer, training pelatihan," kata Jokowi setibanya di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jakarta, Jumat (13/12).

Menurutnya, kerjasama tersebut bertujuan untuk memaksimalkan agenda kemaritiman yang dimilikinya.

"Arah kita adalah agenda maritim. Hasil seperi itu akan kita perkuat," katanya.


Menengok canggihnya kapal selam Chang Bogo pesanan TNI AL

Menengok canggihnya kapal selam Chang Bogo pesanan TNI AL

Demi memperkuat armada laut, Indonesia memesan tiga kapal selam baru dari Korea Selatan. Kontrak pembelian senjata ini dimulai pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan oleh Presiden Jokowi.
Ketiga kapal selam pesanan itu merupakan jenis terbaru dari kelas Chang Bogo yang dibuat khusus untuk Indonesia.

Dari penelusuran merdeka.com, Jumat (12/12), kapal selam jenis terbaru ini merupakan peningkatan dari tipe sejenis, yakni 209/1200. Kapal berbobot hingga 1.400 ton ini dilengkapi alat anti torpedo yang bernama Torpedo Acoustic Counter Measures (TACM).

Saat ini kapal selam tersebut baru digunakan secara internal oleh Angkatan Laut Korea Selatan. Indonesia akan menjadi negara kedua yang menggunakannya. Soal persenjataan, Korsel memang tak mau main-main. Ketegangan dengan Korea Utara membuat para peneliti senjata negeri ginseng itu selalu membuat senjata terbaik.

Dilengkapi mesin diesel Type 12V493 AZ80 GA31L yang dipasang di beberapa sisinya, kapal selam ini mampu berlari 11 knot di permukaan dan 21,5 knot di bawah permukaan. Dengan kecepatan tersebut, kapal selam ini mampu menempuh jarak maksimal hingga 20 ribu km.

Dari sisi persenjataan, terdapat 8 lubang torpedo berukuran 533 mm, dan teritegrasi dengan roket anti serangan udara UGM-84 Harpoon. Kapal ini mampu memuat 28 ranjau laut, di lokasi penyimpanan torpedo dan harpoon.

Untuk tenaganya, terdapat baterai Lithium-ion untuk meningkatkan kecepatan di dalam air hingga mampu mencapai lima kali dari kecepatan maksimal.

Sebagai navigasinya, dipasang Atlas Electronic CSU 90, L-3's MAPPS yang terintegrasi. Cukup awas untuk mendeteksi kapal selam musuh dan kapal-kapal perang permukaan milik lawan.

Dengan kekuatan yang akan dimiliki ini, masih beranikah kapal-kapal asing mencuri kekayaan laut di perairan Indonesia?









Sumber : Merdeka

1 komentar:

  1. Beli 3 ks changbogo kan waktu masih pak Sby,pak jokowi tinggal meneruskan saja

    BalasHapus