Selasa, 09 Desember 2014

RI mulai bom kapal, Malaysia minta nelayannya diusir baik-baik

RI mulai bom kapal, Malaysia minta nelayannya diusir baik-baik

Jakarta (MI) : Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi merespons kebijakan Indonesia yang baru saja menghancurkan tiga kapal nelayan asal Vietnam karena melanggar wilayah. Dia berharap RI terus menghormati MoU tentang penanganan maritim pada 2011.

"Jika ada nelayan Malaysia tak sengaja masuk ke perairan Indonesia, tidak perlu ditenggelamkan. Cukup dihalau balik ke wilayah Malaysia," ujarnya seperti dilansir the Rakyat Post, Minggu (7/12).
Pelanggaran wilayah operasi oleh nelayan, menurut Hamidi, adalah sesuatu yang niscaya. Sebab laut tak terlalu jelas batas-batasnya. Dia pun percaya pencari ikan asal Indonesia kadang juga memasuki wilayah negaranya.

"Jadi bagaimana kita mau membedakan mana nelayan Malaysia dan mana nelayan Indonesia. Mereka kan tidak punya paspor."
Oleh sebab itu, pemerintah Malaysia berharap kedua negara serumpun memperbanyak komunikasi untuk kerja sama pengamanan wilayah masing-masing. Bukan fokus pada perbedaan.
"Malaysia dan Indonesia harus bersatu, baik dalam tindakan maupun pikiran," kata Hamidi.

Pekan lalu emerintah dan jajaran TNI Angkatan Laut membuktikan keseriusannya menenggelamkan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia.
Tiga buah kapal nelayan asal Vietnam ditenggelamkan dengan cara ditembak dan dibom. Eksekusi dilakukan di Kelurahan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, kapal tersebut ditenggelamkan lantaran terbukti melakukan pencurian dan beroperasi atas nama perorangan atau perusahaan tertentu. Sehingga, tidak perlu dikaitkan dengan negara asal.

Malaysia pasang detektor di kapal nelayan


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan ancaman penenggelaman membuat Malaysia memasang alat pendeteksi di kapal nelayan. Alat pendeteksi bakal berbunyi jika nelayan Malaysia memasuki perairan Indonesia.

Jika demikian, pemerintah negeri jiran tersebut bakal meminta nelayan untuk segera berbalik. "Mereka juga tidak mendukung bangsanya menjadi pencuri," kata Susi dalam jumpa pers, di kantornya, Jakarta, Senin (8/12).

Susi menegaskan, ancaman penenggelaman kapal tidak dirancang untuk merusakan hubungan baik Indonesia dengan negara lain. Untuk mencegah itu, dia sudah berkomunikasi terlebih dulu dengan perwakilan negara tetangga di Tanah Air.

"Duta besar Thailand sudah dua kali bertemu dan bicara. Bahkan mereka mendukung dan menyebut sudah mengumumkan ke semua nelayan mereka agar tidak memancing ke Indonesia lagi," ucap Susi.
Dia mendapat kabar, nelayan asing mulai memarkir kapal sejak pemerintah menenggelamkan tiga kapal nelayan Vietnam. Mereka menunggu masa berlaku moratorium penangkapan ikal di Indonesia berakhir.
"Saya dengar beberapa pemain mendocking kapal mereka, tunggu moratorium habis, mereka melaut lagi. Tapi kita terus mengawasi, melakukan investigasi dan verifikasi."














Sumber : Merdeka
"Hubungan bilateral kita tidak masalah, mereka tidak mewakili negara, mereka pe

1 komentar:

  1. Gan keterangan kapal yang ditenggelamkan hasil tangkapan berapa dan kapal yang ditenggelamkan adl terbuat dari kayu, padahal kapal-kapal yang dibom sudah lama ditangkap dan sudah lapuk coba lihat diperbatasan kalimantan kalo malam hari lampu para ilegal fishing spt kota jakarta jika memang bener-benar mau basmi tembak dan tenggelamkan kapal-kapal tersebut dan jangan hanya kapal nelayan tetangga yg ecek-eceknya.

    BalasHapus