Tuesday, February 11, 2014

5 Sikap tegas TNI hadapi protes Singapura


Merdeka (MI) : Protes Singapura soal penamaan KRI Usman Harun berdampak panjang. Kini Indonesia dan Singapura terlibat perang opini dan mulai menjurus kepada kerja sama yang dibangun kedua pihak.

Akibat sengketa penamaan kapal ini, Singapura sampai tak memberi izin bagi para pejabat Kementerian Pertahanan RI dan TNI untuk menghadiri Singapore Airshow dan dialog pertahanan yang digelar 11-16 Februari mendatang.

Namun pemerintah Indonesia kompak dan tetap tidak menggubris apa yang menjadi keberatan bagi pemerintah Singapura itu. Bagi Indonesia, Usman dan Harun adalah pahlawan dan nama mereka layak disematkan di kapal TNI AL.

Militer Indonesia juga tidak kalah garang dan ngotot dalam menghadapi Singapura. Berikut sikap tegas TNI menghadapi protes Singapura :

1. Kemenhan: KRI Usman Harun itu sudah Final

 5 Sikap tegas TNI hadapi protes Singapura

Terkait adanya protes keras Singapura terhadap penggunaan nama Usman Harun untuk salah satu Kapal Republik Indonesia (KRI), Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan penamaan tersebut sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Selain itu Indonesia juga tidak akan terpengaruh dengan protes Singapura itu.

"Kalau soal penamaan itu sudah final, dan itu akan kita lakukan. KRI Usman Harun akan beroperasi di wilayah teritorial dan perairan kita, bukan pergi ke luar, kita ingin memodernisasi pertahanan kita dan itu akan kita lakukan. Awal semester kedua kapal itu akan datang ke Indonesia," ujar Purnomo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/2).

Mengenai pembatalan undangan yang dilakukan Singapura bagi para pejabat Kementerian Pertahanan RI dan TNI untuk menghadiri Singapore Airshow dan dialog pertahanan yang digelar 11-16 Februari, Purnomo menyilahkan bertanya hal tersebut kepada Singapura.

2. TNI tolak hadiri Singapura Airshow

5 Sikap tegas TNI hadapi protes Singapura 

Protes Singapura soal penamaan KRI Usman Harun belum selesai. Kini Singapura tak memberi izin bagi para pejabat Kementerian Pertahanan RI dan TNI untuk menghadiri Singapore Airshow dan dialog pertahanan yang digelar 11-16 Februari mendatang.

Hal ini dibenarkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Menurut Moeldoko, hal ini tidak masalah.

"Kalau mereka keberatan hak dia, kami punya hak untuk tidak datang," ujar Moeldoko di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (10/2).

Terkait dengan penamaan KRI Usman Harun, kata dia, hingga sampai saat ini tidak ada perubahan nama. Indonesia tak menggubris protes Singapura.

3. Panglima TNI tarik Tim Jupiter dari Singapura

 

Pemerintah Singapura mencabut undangan sejumlah petinggi Kementerian Pertahanan dan TNI untuk menghadiri Singapore Air Show. Panglima TNI Jenderal Moeldoko memastikan tak akan hadir dalam gelaran tersebut. Hal ini berkaitan dengan protes Singapura atas penamaan KRI Usman dan Harun.

Jika Singapura memboikot Jupiter Aerobatik Team, Moeldoko memastikan akan menarik pulang tim akrobatik udara milik TNI AU tersebut. Sebelumnya memang sudah sejak jauh hari Tim Jupiter dijadwalkan tampil di Singapore Air Show.

"Jupiter akan tampil kalau diberi jadwal. Jika tidak saya akan tarik," kata Moeldoko di Gedung DPR, Senin (10/2).

Moeldoko mengaku tak masalah jika Jupiter dilarang tampil, atau dirinya tak boleh menghadiri acara Singapore Air Show.

"Tidak apa-apa, silakan dibatalkan," kata Moeldoko.


4. Panglima TNI geram Usman dan Harun disebut teroris

5 Sikap tegas TNI hadapi protes Singapura


Panglima TNI Jenderal Moeldoko tak gentar dengan protes Singapura terhadap pemberian nama KRI Usman-Harun. Nama dua anggota Marinir itu dianggap layak diabadikan karena sudah berjasa bagi negara.

"Itu semua keputusannya melalui diskusi panjang," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di DPR, Senin (10/1).

Mantan kepala staf Angkatan Darat itu juga tidak terima jika negara tetangga itu menyebut Usman-Harun adalah pelaku teror. Menurutnya, Usman-Harun kala itu tengah bertugas dalam Operasi Dwikora.

"Saya tidak menerima kalau Usman-Harun teroris. Dia adalah aktor negara. Dia orang Marinir kok," tegasnya.

5. TNI Indonesia siap putus hubungan dengan militer Singapura

 


Hubungan Indonesia dan Singapura sedikit menghangat akibat rencana TNI AL menamai kapal perang mereka dengan nama KRI Usman Harun. Buntutnya, Singapura melarang sejumlah petinggi TNI menghadiri Singapore Airshow.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku tak masalah jika Singapura memutuskan hubungan militer dengan Indonesia.

"Bagi saya tidak masalah kalau mereka membawa situasi tidak bagus silakan. Kita saat ini di jalan baik-baik saja," ujar Moeldoko di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (10/2).

Moeldoko menuturkan, untuk sampai saat ini hubungan militer antar Indonesia dengan Singapore masih kondusif. "Selama ini masih berjalan, tidak ada perubahan signifikan dalam hubungan militer antara Indonesia dengan Singapura," katanya.

Terkait dengan pembatalan acara Singapore Airshow secara sepihak, Moeldoko mengaku sudah membalas tindakan Singapura dengan sikap yang tegas.

"Saya sebagai panglima TNI juga punya sikap. Yang rencananya semua perwira kita untuk hadir di acara Singapore Airshow dan dibatalkan secara sepihak. Saya juga punya sikap, kalau anak buah saya enggak berangkat," tegasnya.





Sumber : Merdeka

No comments:

Post a Comment