Wednesday, May 21, 2014

KASAL Serukan Kepemimpinan dan Pembangunan Maritim


Jakarta (MI) : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI    Dr. Marsetio bertindak sebagai keynote speech pada acara Seminar Nasional Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) bertema “Kepemimpinan dan Pembangunan Berorientasi Maritim: Strategi dan Kebijakan yang Integral, di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2014).
Kasal dalam orasinya mengatakan, TNI Angkatan Laut sebagai komponen kekuatan pertahanan negara di laut, akan senantiasa mendukung kebijakan pemerintah dengan menyelaraskan strategi pembinaan kekuatannya dalam rangka mendukung pembangunan nasional maritim.  “Sebagai salah satu stakeholder  di bidang maritim, maka TNI  Angkatan Laut memiliki peran yang signifikan dalam penegakan hukum di laut. Hal ini merupakan salah satu kunci sukses untuk membangun maritim Indonesia, karena terjaminnya keamanan dan tegaknya kedaulatan hukum di perairan yurisdiksi Indonesia merupakan fondasi pembangunan maritim Indonesia,” tegas Kasal.
Kiprah TNI Angkatan Laut, lanjut Kasal, saat ini tidak hanya berperan menjaga stabilitas di perairan yurisdiksi Indonesia dan kawasan saja, tetapi juga di dunia. Sebagaimana disampaikan Kasal Amerika dan Panglima Armada Ke-7 Amerika bahwa “The Indonesian Navy is The Real World Class Navy”. Hal ini bukan sekedar basa-basi, namun sebuah pengakuan yang tidak lepas dari keaktifan kita dalam mengikuti dan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional,” katanya.
Kasal juga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu TNI Angkatan Laut  telah menyelenggarakan International Maritime Security Symposium (IMSS) yang tidak hanya mengundang negara yang tergabung dalam Western Pacific Naval Symposium (WPNS), namun juga mengundang negara-negara Indian Ocean Naval Symposium (IONS). 
Dijelaskannya, simposium tersebut dihadiri oleh 32 negara, termasuk di dalamnya 15 Kepala Staf Angkatan Laut. Disamping itu, keberhasilan TNI AL dalam menyelenggarakan latihan bersama Multilateral Naval Exercise Komodo tahun 2014, dengan menghadirkan 18 negara untuk melaksanakan kegiatan non-war fighting exercise, merupakan even pertama yang diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara, dan akan menjadi agenda TNI Angkatan Laut dua tahunan. 
 “Kedua even akan diselenggarakan secara bergantian setiap tahun, dari upaya yang telah dilakukan ini, telah membuat semua negara tersebut memandang demikian pentingnya keberadaan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa indonesia dapat memainkan peran sebagai leader di kawasan dalam konteks maritime,” kata Kasal. “Demikian pula dengan kesuksesan penyelenggaraan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) yang mengangkat tema kemaritiman dan dihadiri oleh 47 negara, telah semakin mengokohkan peran Indonesia yang strategis ini, yang harus dipertahankan dan manfaatkan sebesar-besarnya bagi pembangunan nasional,” tegasnya.
Bidang kemaritiman sedang menjadi tren pembicaraan saat ini, karena abad-21 merupakan abad maritime, tambah Kasal. “Adanya kelangkaan sumber daya di darat, telah mengubah arah pembangunan bangsa-bangsa di dunia untuk lebih berorientasi ke laut. Sebagai contoh, di Laut Tiongkok Selatan muncul konflik, karena di sana terdapat potensi sumber minyak dan gas bumi yang cukup besar,” kata Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio.
Dalam seminar yang berlangsung sehari ini, bertindak sebagai moderator adalah Dra. Jaleswari Pramodhawardani, M. Hum., dan Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar. Sedangkan para pembicara dalam seminar adalah Prof. Dr. Hikmahanto Juwono yang akan berbicara dengan topik “Lingkungan Strategis dan Hubungan Internasional”, Dr. Yudi Latif dengan topik “Kepemimpinan Nasional dan Politik Pembangunan Maritim”, Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto dengan topik “Ekonomi Maritim”, Dr. Rizal Sukma yang akan berbicara dengan topik “Maritime Security”, serta Dr. Salim Said.
Turut hadir pada seminar yang diikuti ratusan peserta tersebut antara lain: Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto, para mantan Kepala Staf Angkatan Laut, para akademisi, para praktisi kemaritiman, serta para undangan lainnya.




Sumber : TNI AL

No comments:

Post a Comment