Friday, May 23, 2014

Indonesia Akan Ambil Kembali Kontrol Udara Natuna


BATAM (MI) : Pemerintah menargetkan pengelolaan wilayah udara kawasan Batam dan Natuna kembali ke tangan Indonesia pada 2016. Hal itu untuk mendukung pengelolaan penerbangan, termasuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang terus tumbuh.

"Salah satu tujuan dari dibukanya penerbangan 24 jam dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ialah agar bisa mengambil alih kembali kontrol ruang udara Natuna yang saat ini dikontrol Singapura," kata Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suprasetyo di Batam, Kamis.

Ia mengatakan bahwa saat ini penerbangan di Hang Nadim terus tumbuh sehingga harus memiliki kontrol sendiri terhadap ruang udara hingga wilayah Natuna. "Kita butuh kesiapan pengendalian ruang udara di sana," kata dia.

Saat ini, katanya, Bandara Internasional Hang Nadim Batam tengah berbenah menyambut pasar bebas ASEAN dan penerbangan terbuka mulai 2015.
"Dalam jangka menengah, program kami menjadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai penghubung (hub) terbesar Indonesia wilayah barat, yang juga terkoneksi ke berbagai negara di kawasan investasi dunia, untuk wilayah Asia Pasifik," kata Suprasetyo.

Pembukaan penerbangan 24 jam dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam disesuaikan dengan penerbangan serupa di Cengkareng, Surabaya, Denpasar, Makassar, Kuala Namu Medan dan Palembang. Pengoperasian bandara 24 jam juga diharapkan meningkatkan daya saing Batam yang lebih efisien dalam operasi penerbangan.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan, hak pengelolaan wilayah udara kawasan Batam dan Natuna sepenuhnya dikelola dalam negeri, mulai 2016. Wilayah udara akan diambil alih dari tangan Malaysia dan Singapura.

"Kami yang berada di kawasan tersebut akan membantu agar target tersebut bisa dicapai. Sehingga Indonesia mampu mengontrol seluruh ruang udaranya sendiri," kata dia.







Sumber :  REPUBLIKA

3 comments:

  1. Pemerintah hrs punya program Kuala namu, Batam, Natuna sdh menjadikan bandara internasional dan terkonektif shg tdk dpt mengelak lagi Internasional hrs memberikan kontro tsb. Pemda setempat dg menggandeng HIPMI mengembangkan pariwisata, shg kegiatan bandara internasional tsb dpt bekerja dan tdk menjadikan sepi dr penumpang.Salam.....................

    ReplyDelete
  2. pulo jemaja dibikin aj bandara, biar ada lalulintas udara dari batam ke utara/jemaja... bikin jg sekolah dari TK smpai PTN/PTS yg disubsidi untuk menarik pelancong domestik datang/tinggal, bangun wisata pantai,pasar dan dermaga penangkapan ikan bahkan pabrik buat penghasilan pnduduk setempat... kuncinya pulau/rumah akan aman bila dihuni...orang tentu mau menghuni jika disana bisa dapat makan/hidup/bekerja... yg memungkinkan cpt ya sbg nelayan

    ReplyDelete
  3. sebelum koneksi lalulintas udara batam/kota besar lain ke natuna kuat batasi pembelian tanah yg terlalu luas oleh asing dan beri kemudahan seluas-luasnya kepada pengusaha lokal yg berkompeten dan punya nasionalisme tinggi/jangan tempatkan pengusaha koruptor disana/jd pemimpin disana bahaya/gak maju2.. terakhir:hrusnya patroli laut/KCR dari batam- lalu ke p.jemaja-lalu ke natuna bolak balik itu rutin dan wajib... kuncinya pd presidennya

    ReplyDelete