Tuesday, March 11, 2014

TNI AU Cari Malaysia Airlines di Selat Malaka


Jakarta (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengerahkan satu unit pesawat Boeing 737-200 khusus intai strategis untuk membantu mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Pesawat ini bertugas mencari di wilayah perairan Selat Malaka, tepatnya di 140 mil laut sebelah utara Belawan, Sumatera Utara.

"Pesawat itu dikirim atas permohonan bantuan dari Kepala Staf Angkatan Udara Malaysia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi
Tempo, Senin, 10 Maret 2014.

Pesawat tersebut dikirim Senin pagi dari Skuadron Udara 5 Sultan Hasanuddin, Makassar. Dari Makassar, pesawat Boeing 737-200 itu langsung bertolak ke perairan Selat Malaka dan mencari Malaysia Airlines MH370.


Pemilihan wilayah Selat Malaka bukan tanpa sebab. Angkatan Udara Malaysia menuturkan jika kemungkinan pesawat Malaysia Airlines hilang di wilayah tersebut. "Menurut laporan mereka, pesawat diduga hendak kembali ke bandara, diperkirakan di Pulau Penang," kata dia.


Namun sayang, pencarian yang telah dilakukan berjam-jam belum membuahkan hasil. Tim TNI AU yang menunggang pesawat Boeing 737-200 belum menemukan target yang dicari. Walhasil, pencarian akan dilanjutkan Selasa. Untuk sementara, kata Hadi, pesawat akan bermarkas di Medan dengan alasan dekat dengan lokasi pencarian.  "Kami diminta bantuan untuk tiga hari, tetapi bisa diperpanjang."


Pesawat Malaysia Airlines diperkirakan hilang di sekitar wilayah udara Vietnam pada pukul 02.40, Sabtu, 8 Maret 2014, atau dua jam setelah tinggal landas. Kantor berita Cina
Xin Hua menyebutkan bahwa pilot pesawat belum sempat mengontak pengatur lalu lintas udara Cina saat mereka hilang dari radar. Ini berarti, pesawat dengan tujuan Beijing itu belum memasuki wilayah udara Cina.

Pesawat Boeing 777-200 berangkat dari Kuala Lumpur pada Sabtu dinihari pukul 00.41 waktu setempat. Dua jam kemudian, pesawat dinyatakan hilang kontak.


Pesawat berbadan lebar yang mengangkut 227 penumpang dan 12 awak ini mestinya mendarat di Beijing, Cina, setelah menempuh enam jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar posisi pesawat. Upaya pencarian masih terus dilakukan.





Sumber :  TEMPO

No comments:

Post a Comment