Thursday, March 13, 2014

Pesawat Musuh Berhasil Diusir, Crash Landing Mampu Diatasi

http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2014-03/2014-03-12-hlm.jpg

Jakarta (MI) : Latihan tingkat Lanud Halim Perdanakusuma yang dinamakan Rajawali Perkasa tahun 2014, mulai hari ini Rabu (12/3) memasuki tahap manuver lapangan. Dalam skenario latihan dilatihkan beberapa kemampuan Prajurit dan crew menangani beberapa permasalahan menonjol yang mungkin dihadapi, sesuai status Lanud Halim Perdanakusuma sebagai pintu gerbang negara Indonesia. 

Latihan diawali pukul 06.30 WIB, ketika Presiden RI dan rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma untuk kunjungan ke luar negeri. Namun pesawat VVIP mengalami gangguan, sehingga rombongan pindah pesawat. Sementara itu gerombolan massa di luar bandara merayap menuju bandara untuk menemui Presiden RI memprotes pelaksanaan Pemilu 2014 yang tidak adil. 

Untuk itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma memerintahkan Komandan Wing 1 mengatasi keadaan. Selanjutnya 100 personel Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) dikoordinir Kasi Kamhanlan segera diterjunkan. Sementara itu, Helikopter cadangan yang akan membawa Presiden d kembali ke kediaman disiapkan di Base Ops Lanud Halim Perdanaksuma. Didukung mobil Pemadam Kebakaran, Provoost dan intelejen, massa akhirnya dapat dikendalikan dan Presiden berhasil diterbangkan menuju ke kediaman. 



Latihan berikutnya force down pesawat asing. Tiba-tiba Pusat Pengendalian Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Kohanudnas menginformasikan adanya pesawat asing di Radar yang tidak dikenal masuk teritorial NKRI. Untuk itu, pesawat tempur TNI AU melakukan pencegatan (intercept) di udara dan kemudian berkomunikasi dengan pilot asing agar mendarat darurat di Lanud Halim Perdanakusuma. Selanjutnya tiga crew asing diamankan dan diinterogasi. 

Namun pihak Negara Musasi, negara dimana tiga crew diamankan berupaya untuk membebaskannya dengan melakukan serangan udara di Lanud Halim Perdanakusuma. Akibat kegiatan ini, di Lanud Halim Perdanakusma terjadi keributan yang luar biasa, sirine dibunyikan, seluruh anggota kumpul di asembly point terdekat. Kemudian, pesawat tempur diterjunkan untuk mengusir pesawat musuh. Pesawat musuh kesulitan menerobos pertahanan udara yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma, walaupun sudah menjatuhkan rudal. Akhirnya mereka kembali ke negaranya. 

Tahap berikutnya crash landing C-130 Herkules. Sebuah misi penerbangan yang akan dilakukan TNI AU terkendala karena pesawat mengalami kebakaran di ujung landasan. Untuk itu, crash team Lanud Halim Perdanakusuma segera menuju ke lokasi kejadian dan memadamkan kebakaran. Namun pesawat tidak dapat dipadamkan, tidak ada korban jiwa tetapi ada yang luka-luka. Sehingga, tim medis melakukan pertolongan.





Sumber :  TNI AU

No comments:

Post a Comment