Sunday, December 15, 2013

Diresmikan Kasal, Tugu Dwikora Jadi Ikon Baru di Perbatasan



NUNUKAN (MI)Sejak dibangun pada1964, nasib Tugu Dwikora di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, nyaris terlupakan. Padahal tugu ini menyimpan sejarah perjalanan anak bangsa dalam mempertahankan keutuhan Negara Republik Indonesia di wilayah utara Kalimantan. 


Bahkan sebelum direnovasi, banyak warga Nunukan yang tidak mengetahui keberadaan Tugu Dwikora. Lebih ironis lagi, Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumen (KPAD) Nunukan tidak memiliki arsip mengenai sejarah berdirinya Tugu Dwikora serta sejarah berdirinya kota Nunukan.



Keadaan situs sejarah bangsa ini juga memprihatinkan, karena berdiri ditengah lahan parkir Puskesmas Kota Nunukan. Namun, dengan renovasi yang dilakukan TNI AL, sekarang kondisi Tugu Dwikora jauh lebih baik.



Bahkan kini, Tugu Dwikora sudah layak menjadi lokasi tujuan wisata sejarah di kota Nunukan, khususnya bagi para pelajar atau warga perbatasan.



Berlaurt-larutnya, upaya renovasi Tugu Dwikora ini menurut Kepala Staff TNI AL Laksamana TNI DR Marsetio disebabkan pihaknya masih menunggu hibah Tank Amphibi PT-76 produksi tahun 1961 yang pernah digunakan saat konfrontasi dengan Malaysia yang akan dijadikan sebagai bagian dari monumen itu. 



“Minggu ini kita akan kedatangan lengkap 54 tank amphibi BMP3F sebagai pengganti amphibi PT-76. Setelah ada penggantinya maka yang lama bisa kita hibahkan kepada beberapa pemerintah daerah di mana yang dulu terlibat langsung mempertahankan negara NKRI ini," kata Marsetio, Sabtu (14/12/2013). 



"Intinya kita merenovasi sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada pendahulu.” tambah dia.



Sebelum direnovasi, Tugu Dwikora yang terbuat dari kayu ulin yang asli Kalimantan itu, ini hanya memiliki tinggi empat meter. Setelah direnovasi, Tugu Dwikora kini dibangun dari beton berlapis keramik dengan tinggi 15 meter.



Tugu ini memiliki tujuh sisi yang melambangkan Sapta Marga. Sementara di bagian pondasi tugu, terdapat plakat yang memuat nama-nama para pahlawan Dwikora yang gugur dalam konfrontasi dengan Malaysia. 



Sedangkan di sisi kanan dan kiri tugu dihiasi Tank PT-76 dan meriam Howitzer, dua peralatan tempur yang digunakan dalam operasi Dwikora. Kehadiran Tugu Dwikora yang diresmikan Kepala Staff TNI AL Laksamana TNI DR Marsetio hari ini diharapkan bisa menjadi kebanggan masyarakat Nunukan. 



“Dengan adanya Tugu Dwikora maka akan bisa mengenang kembali bagaimana perjuangan para pendahulu mempertahankan, membela NKRI ini khususnya di perbatasan Nunukan maupun Sebatik.” Marsetio menegaskan.






Sumber : KOMPAS

No comments:

Post a Comment