Sunday, August 24, 2014

Latihan STS GPOI Garuda Canti Dharma 2014 Ditutup

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/00f21e3480995b722105ad48b9a61f06.jpg

Bogor (MI) : Latihan STS (Senior Training Seminar) Global Peace Operations Initiative (GPOI) Capstone Garuda Canti Dharma 2014 yang diikuti 18 peserta, secara resmi ditutup oleh Fasilitator US Pasific Command, di Gedung Home of Peace Keeper Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor Jawa Barat, Jumat (22/8/2014). 
 
Ke 18 peserta tersebut, terdiri dari: Kolonel Kim Phung Hoang (Vietnam), Mayjen Mohammas Maksudur Rahman (Bangladesh), Kolonel Hira Lal Joshi (Nepal), Letkol Bat Erdene Batkhuu (Mongolia), Letkol Josef Taubeneder (Jerman), Kolonel Roberto T. Ancan (Philipina), Kolonel Badru Hisham Muhammad (Malaysia), Letkol Matthew John Nash (Australia), Capten Hideki Hayashi (Jepang), Kolonel Myeon Yeop Jeon dan Mayor Seung Yong Park (Korea Selatan) serta 7 orang dari Indonesia yaitu Kolonel Taufik Budi Santoso, Kolonel Herry Djuhaeri, Kolonel Joko Edi Supriyanto, Kolonel Adm Bejo Suprapto, Kolonel Achmad Marzuki, Kolonel Ketus Duara dan Letkol Mochammad Agus Syahroni, 

Direktur Program STS USPACOM, Jenifer Pulliam atas nama pemerintah AS, menyampaikan ucapan terimakasih kepada TNI dan pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah pada latihan ini. "Saya memahami banyak pekerjaan tuan rumah pada acara seperti ini terutama ketika presiden RI SBY menghadiri acara yang menakjubkan", ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Program STS USPACOM menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi kepada negara-negara peserta yang ikut tergabung dalam seminar ini dan betapa pentingnya mengirimkan  perwakilan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan GPOI dan TNI. "Latihan ini sangat mencerminkan apa misi penjaga perdamaian PBB,  ini merupakan  bagaimana menyatukan persepsi masyarakat internasional untuk mendukung tujuan perdamaian dan keamanan dunia", kata Jenifer. 

Sesaat sebelum penutupan, Mayjen (Purn) Patrick Cammaert sebagai Fasilitator US Pacom memberikan pengarahan kepada peserta STS, diantaranya pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke daerah-daerah konflik, seperti di Sudan Selatan, Kongo, Darfur, Liberia, Codivia, dan Saint Republik Mali memerlukan pasukan yang terlatih dan inovasi serta harus menyesuaikan persyaratan kekuatan dan program pelatihan. 

Saat ini masa transisi dari penjaga perdamaian tradisional menuju multi-dimensi, dimana kejahatan terorganisir lintas Negara. Disamping itu, saat ini kita menghadapi lawan dengan senjata,  pelaku bom bunuh diri, IED, bom pinggir jalan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam misi pemeliharaan perdamaian sebelumnya. Hal tersebut membutuhkan perubahan dan persiapan yang matang sesama pasukan penjaga perdamaian. 

Turut hadir dalam acara tersebut, tiga orang pengamat yaitu Kolonel Polisi Sofyan Lubis (Indonesia), Letkol Huzaimi Husin dan Mayor Muhammad Wafa (Brunei), serta  6 orang sebagai fasilitator terdiri dari 4 orang dari US Pacom yaitu Mr. Timothy Byrne, Mr. John Otte, Mayjen (Purn) Patrick Cammaert, Letjen Paban Thapa dan 2 orang dari PBB yaitu Mr. Ettore Di Benedtto dan Letkol David A. De Koning. 

Sebelum penutupan, para peserta STS yang telah mengikuti latihan mulai tanggal 19 s.d. 21 Agustus tersebut, melaksanakan peninjauan di daerah latihan seperti di Tactical Operation Center, UN Designated Site Lane, Check Point dan berakhir di Werfare & Recreation Center untuk melihat secara dekat pelaksanaan latihan lapangan Field Training Event (FTE) dan STE. Dalam kesempatan tersebut, Komandan PMPP TNI Brigjen TNI AM Putranto, S.Sos memberikan cinderamata kepada para peserta STS sebagai kenang-kenangan dilanjutkan pemberian sertifikat. 








Sumber : TNI

No comments:

Post a Comment