Sabtu, 08 November 2014

Negara Timur Tengah Siap Beli Senapan Mesin Buatan Indonesia


Jakarta  (MI) : Tak kalah dengan negara-negara maju, industri alat pertahanan Indonesia makin mengembangkan sayapnya. Perusahaan swasta Indonesia, PT Danan Armaments Technology (DAT) berhasil memproduksi senapan mesin helikopter gun.

Prototype senapan mesin yang bernama Eli Gun tersebut dipamerkan dalam Indo Defence 2014 Expo&Forum di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Jumat (7/11/2014). Menurut Direktur PT DAT, Dananjaya Trihardjo, senjata multi barrel itu mampu mengeluarkan 3000 amunisi dalam 1 menit. Jarak tembaknya pun bisa mencapai 60 meter.

"Kita kerjasama dengan perusahaan Italia. Eli gun ini dimaksudkan untuk keperluan militer, bisa diintergrasikan ke mobil militer, rantis, kapal perang, helikopter Bolco. Sedang diuji coba," ujar Danan di boothnya, Jumat (7/11).

Untuk amunisi barrel senapan mesin ini, PT DAT pun sedang mengembangkan sendiri. Sebuah negara dari Timur Tengah disebut Danan sudah melakukan pendekatan dan menunjukkan ketertarikan seriusnya.

"Ada negara dari Middle East mau beli 200 pucuk. Sudah sangat serius tertarik. Harga 1 pucuk ini lebih dari 150 ribu USD tapi nggak lebih mahal dari 300 ribu unit. TNI malah belum," kata Danan.

Meski TNI belum tertarik membeli Eli Gun, Danan mengatakan ada rencana kerjasama antara PT DAT dengan TNI untuk sasis senapan sniper. PT DAT berhasil membuat sasis yang terbuat dari alumunium dan bisa mengakomodir beberapa penambahan untuk senapan.

"Kita akan kerjasama dengan pemerintah tapi kita masih akan penyempurnaan. Ini kita sudah tes juga, bahannya pakai alumunium. Lebih enteng dari senjata yang lain. Sasis kita bisa akomodir night vision, termal, lampu. Punya sistem sasis yang bisa menyatu dengan Balistik eksterior," Danan menjelaskan.

DAT akan membuat sebuah eksterior untuk meletakan gadget seperti komputer kecil atau ponsel canggih. Gunanya, gadget tersebut akan dimasukkan software dari DAT yang terintergrasi dengan sasis dan berfungsi pada kearutan tembakan sniper.

"Kan setiap tempat beda, bagaimana arah anginnya, kondisi wilayahnya, dan sebagainya. Jadi nanti ada penghitungannya dengan software itu. Nanti senapan TNI bisa kita upgrade dengan ini," tutur Danan.

"Untuk Sasis ini kita dapat pesanan dari Itali. Dibeli 100 pucuk oleh perusahaan Italia untuk keperluan goverment Italia," pungkasnya.
















 Sumber : Detik

1 komentar:

  1. karyawan BUMN strategis yg ahli utak atik gatuk alias pandai merenovasi atau memodivikasi alutsista adl aset sangat berharga/pntg krn tdk semua orang bisa melakukannya, harus diprioritaskan dan diberi ruang gerak karena dari tangan merekalah alutsista baru tercipta, bahkan bs jd karya kreasi mereka adl yg pertama di dunia... belajar yg baik adl lngsung praktek......seperti di SMK/STM jd punya keahlian dlm wkt singkat.... belajar komputer di tempat kursus 2-3minggu mngkn hasilnya lbh baik dibanding belajar 3 tahun di sekolah yg monoton....paling tdk samalah kualitasnya......tdk sedikit bahkan lbh unggul..bnyak buktinya....krn dlm kursus/BIMBEL kita belajar lngsung pd intinya lngsung praktek, tdk muluk2 cuma teori yg ketika selesai sekolah dan berhenti belajar beberapa waktu semua ingatan teori 3 tahun lupa....hasilnya pun nihil

    BalasHapus