Sabtu, 01 November 2014

Sukhoi-KRI "Perang" di Dumai

Sukhoi-KRI

DUMAI (MI) : Rangkaian Latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) Tutuka ke-38 ditutup di Dumai, Kamis (30/10) pagi. Bertempat di Terminal Transportasi Minyak Mentah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dilakukan simulasi pertahanan dari serangan udara.

Latihan melibatkan empat pesawat TNI AU jenis Sukhoi, F-16 Fighting Falcon, KRI Sultan Hasanuddin serta Alutsista (alat utama sistem senjata) lainnya. Sebanyak 600 personel TNI dan 350 petugas dari PT CPI ikut dalam latihan kemarin.

Disimulasikan terminal minyak mentah PT CPI diserang pesawat asing. Sedikitnya empat pesawat asing berhasil lolos dari sergapan dan melakukan serangan terhadap kawasan penting di Dumai. Begitu mendapat informasi, pihak PT CPI segera menyelamatkan dokumen dan surat-surat penting. Sementara karyawan dievakuasi ke kawasan yang aman.

Pesawat asing melepaskan senjatanya hingga menyebabkan sebuah bangunan di kawasan terminal terbakar. Setelah pesawat tersebut berhasil diusir, jajaran TNI dan petugas PT CPI melakukan penanganan terhadap kawasan yang terkena serangan.

Karyawan dan petugas yang cedera segera mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara bangunan yang terbakar dilakukan pemadaman.

Simulasi pertahanan dan penanganan serangan udara yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan lancar dan aman. Hanya saja, empat pesawat Sukhoi yang disimulasikan sebagai pesawat asing terbang sangat rendah dan meraung di atas Kota Dumai cukup membuat warga berdebar.

Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU Mayor Jenderal I Wayan Mendran menyebutkan, latihan Tutuka 2014 dilakanakan di wilayah Barat, Indonesia yaitu di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Medan dengan melibatkan seluruh unsur Hanud yang ada di bawah jajaran, seperti pesawat tempur Sukhoi Skadron 11 Lanud Hasanuddin yang selama latihan ber-home base di Bandara Hang Nadim Batam dan pesawat F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3 Lanud Iswajudi, Madiun ber-home base di Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru. ‘’Latihan Tutuka bertujuan untuk menguji dan mengukur tingkat kesiapan Operasional Komando Pertahanan Udara untuk melaksanakan sistem pengamatan, penangkalan dan penindakan yang andal serta meminimalisir dampak serangan udara,’’ jelasnya.

General Manager PT CPI Hasyim M Nur, menyambut baik kerja sama latihan tersebut. Ia berharap kerja sama dan perhatian jajaran TNI terhadap Kota Dumai yang memiliki sejumlah objek vital nasional terus ditingkatkan. ‘’Dewasa ini, PT CPI menyuplai 40 persen keperluan minyak nasional. Gangguan terhadap pelabuhan Dumai, tidak saja menyebabkan kerugian bagi daerah ini, tetapi juga bagi keseimbangan suplai minyak nasional,’’ jelasnya.

Disebutkannya, minyak yang disalurkan ke Dumai berasal dari belasan ribu sumur yang tersebar di Riau. Tanki pengumpul akhir di Dumai menyimpan 5 juta barel minyak. ‘’Dumai merupakan salah satu objek vital nasional yang memerlukan perhatian dan pengamanan,’’ ujarnya.














 Sumber : RIAUPOS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar