Minggu, 26 Oktober 2014

Presiden Jokowi tunjuk Ryamizard Ryacudu jadi Menhan

Presiden Jokowi tunjuk Ryamizard Ryacudu jadi Menhan

Jakarta (MI) : Ryamizard Ryacudu resmi menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Kerja 2014-2019 setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu, di Istana Merdeka, Jakarta, mengumumkan 34 nama menteri dan dua wakil menteri untuk pemerintahannya.

Prof. Bilveer Singh, Indonesianis dari  S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) and guru besar ilmu politik  National University of Singapore (NUS), pada 2004 menulis buku "Ryamizard: In the Footsteps of Gadjah Mada", menilai sosok perwira tinggi tersebut terinspirasi Gajah Mada dalam menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nama Ryamizard Ryacudu telah diduga banyak kalangan untuk mengisi kursi salah satu kementerian karena pada Selasa (22/10) sore Presiden Joko Widodo memanggil dirinya ke Istana Negara untuk berdiskusi masalah kebangsaan.

Pria berusia 64 tahun ini pada 2004 sempat diajukan Presiden RI periode 2001-2004 Megawati Soekarnoputri ke DPR menjadi Panglima TNI menggantikan posisi Jenderal Endriartono Sutarto. Namun, Presiden RI 2004-2009 Susilo Bambang Yudhoyono membatalkannya.

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, dan dibesarkan dalam keluarga tentara. Ayahnya yang bernama Musanif Ryacudu (almarhum) berpangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI, dan dikenal dekat dengan Presiden RI 1945-1966 Soekarno.

Karir militer Ryamizard mulai mendapat perhatian publik saat memangku jabatan Pangdam V Brawijaya pada 1999 dan diteruskan menjadi Pangdam Jaya di tahun yang sama.

Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad pada 2000-2002 dan menjadi Kasad 2002-2005.

Meski dinilai sangat irit ketika bicara soal politik, alumni pendidikan militer Akabri Darat tahun 1974 itu berkomitmen menjadi seorang prajurit sejati yang profesional.

Jenderal berbintang empat itu memperistri Nora Trystiana, putri sulung Wakil Presiden RI 1992-1998 Jenderal TNI Try Sutrisno. Mereka dikaruniai tiga orang anak, Ryano Patriot, Dwinanda Patriot dan Tryananda Patriot. 


Menkopolhukam dijabat Tedjo Edhy Purdijanto

 Presiden Joko Widodo menunjuk Laksamana (Purn) TNI Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Kabinet Kerja 2014-2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.

Menkopolhukam sebelumnya adalah Marsekal (Purn) Djoko Suyanto.

Tedjo lahir pada 20 September 1952 di Magelang Jawa Tengah dan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada periode 2008-2009.

Suami dari Yusfien Karlina itu pernah menjabat Ketua Dewan Pembina organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mengundurkan diri.

Pada pilpres 2014 Tedjo merupakan purnawirawan yang masuk tim sukses pemenangan Joko Widodo - Jusuf Kalla dengan posisi sebagai Dewan Pengarah.

Tedjo menamatkan pendidikan militer pada Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1975. Selain itu pendidikan militer lainnya yang pernah diikuti adalah Kursus Perwira Remaja, Dikbang ABRI, Sus Prostis, Diklapa 2, Seskoal Angkatan 29, Sesko ABRI, dan Lemhanas KRA 34.

Ayah dari empat anak, Dian Avianti Yustedjo, Devi Novani Yustedjo, Dika Oktaviani Yustedjo dan Mahendra Aji Pratama itu pernah selama 14 tahun mengabdi di Satuan Udara.

Mulai 1982 bertugas di KRI, antara lain, sebagai Palaksa KRI Teluk Penyu (513) Satuan Amfibi Armatim, Komandan KRI Teluk Lampung (540) Satlinlamil Surabaya, Komandan KRI Teluk Semangka (512) Satfib Armatim, dan Komandan KRI Multatuli (561) Satfib Armatim.

Setelah itu Tedjo ditugaskan di Mabes AL sebagai Paban VI Binkuat Sopsal Kasal Mabesal, Komandan Satfib Armatim, Asrena Mako Armatim, Kapok Sahli A Kasal Bidang Wilnas, Komandan Guskamla Armabar, Kepala Staf Koarmatim, Wakil Komandan Seskoal.

Lalu Sahli Tingkat III bidang Hubintek Mabes TNI, Staf Ahli Manajemen Nasional Lemhanas, Panglima Koarmabar, Asisten Perencanaan Kasal, dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Dephan, Komandan Sesko TNI, serta Kepala Staf Umum TNI.

Pada 1 Juli 2008 Presiden Susilo Bambang Yudho melantik Tedjo sebagai Kepala Staf Umum TNI menggantikan Laksamana TNI Sumardjono yang memasuki masa pensiun.

Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno secara resmi digantikan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut oleh Laksamana Agus Suhartono pada 13 November 2009.















Sumeber  :  ANTARA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar