Senin, 27 Oktober 2014

Skadron Udara 12 Melaksanakan Operasi Patroli Udara “Lintas Rajawali-14”


Pekanbaru (MI) : Satu flight pesawat Hawk 100/200 melaksanakan operasi Patroli Udara dengan sandi “Lintas Rajawali-14” pada hari Senin, 20 Oktober 2014. Operasi tersebut merupakan bagian dari salah satu tugas dan tanggung jawab dari Koopsau I pada umumnya, serta Skadron Udara 12 khususnya yang merupakan salah satu unsur tempur  di bawah Koopsau I.
  
Operasi “Lintas Rajawali-14” yang dilaksanakan saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan atau penggelaran operasi pada Triwulan IV. Sementara itu Skadron Udara 12 yang ber-home base di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dan merupakan salah satu Lanud Induk di TNI AU, bertugas untuk melaksanakan operasi yang bersifat penangkalan dan penindakan terhadap ancaman - ancaman yang melewati batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya daerah yang menjadi tanggung jawab Koopsau I.

 Skadron Udara 12 menyiapkan 6 pesawat Hawk 100/200 guna mendukung terlaksananya Operasi “Lintas Rajawali-14” ini. Operasi yang dimulai dari hari Senin tanggal 20 Oktober 2014 sampai dengan hari Jumat tanggal 24 Oktober 2014 tersebut, menitikberatkan pada sasaran atau daerah perbatasan Negara Indonesia dengan Negara Tetangga lainnya, dalam hal ini adalah selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau.

Operasi “Lintas Rajawali-14” yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 12, yaitu Letkol Pnb Jajang Setiawan, menggunakan profile penerbangan Medium – Low – Medium. Maksud dari profile tersebut adalah bahwa flight Hawk 100/200 yang melaksanakan patroli udara, akan turun pada ketinggian rendah pada jarak tertentu dari sasaran. Setelah itu flight Hawk 100/200 tersebut melaksanakan patroli dan pengamatan terhadap objek - objek yang ada di wilayah perbatasan Indonesia. 


Pada operasi kali ini, Skadron Udara 12 yang merupakan unsur pelaksana melaksanakan patroli menuju Kepulauan Karimun Kecil, Pulau Nipah, serta daerah sekitarnya yang masuk kedalam Kepulauan Riau. Untuk diketahui bahwa pulau nipah yang berada di garis luar perbatasan antara wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia hanya berjarak sekitar 15 Nm dengan negara tetangga Singapura dan sangat rentan terhadap pelanggaran wilayah oleh negara lain karena letaknya yang sangat strategis. Dalam misi operasi patroli udara yang dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2014, flight Hawk dari Skadron Udara 12 juga melihat satu flight F-15 milik AU Singapura yang melaksanakan penerbangan di dalam batas wilayah udara-nya. 



Pelaksanaan operasi patroli udara ini dibantu adanya koordinasi dengan pihak Satuan Radar Kohanudnas, antara lain Satrad 213 Tanjung Pinang dan Satrad 232 Dumai, Heli Standby Sar EC-120 Colibri dari Skadron Udara 7, serta Air Nav dari Bandara Sultan Syarif Kasim II. Koordinasi yang dilaksanakan dengan satuan – satuan tersebut serta adanya perencanaan yang baik, sehingga Operasi Patroli “Lintas Rajawali-14” dapat dilaksanakan dengan baik, aman, dan lancar.       














2 komentar:

  1. skuadron bahasa inggris kalau skadron bhs indonesia itu makna ya sama

    BalasHapus