Saturday, June 15, 2013

DENJAKA TNI AL LUMPUHKAN PEROMPAK KAPAL


Jakarta (MI) : Suasa panik dan menegangkan jelas tergambar diraut wajah seluruh Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tanker ISA RIVER yang melintas di Perairan Belawan, sebanyak tujuh perompak bersenjata laras panjang berhasil menguasai kapal dan menyandera seluruh ABK kapal muatan yang berisi Minyak Bumi tersebut. 

Penyanderaan yang sudah berlangsung selama beberapa hari ini tidak menemukan kesepakatan antara para Perompak dengan Pemerintahan Republik Indonesia dalam pelepasan sandera. Hal ini jelas membuat gerah Pasukan Elit milik TNI Angkatan Laut Detasemen Jalamangkara (Denjaka) mendengar berita perompakan tersebut. 

Dengan Pergerakan sunyi senyap pagi dini hari, sebanyak empat orang Tim  Denjaka bergerak kelokasi melalui sarana Speed Boat Sea Hunter dan menurunkan tim untuk menyelam mendekati kapal tanker tersebut. Satu Tim dari Pasukan Khusus milik TNI Angkatan Laut ini pun berhasil naik melalui dinding kapal, tanpa diketahui oleh Perompak dan ABK Kapal. Empat dari Tujuh Perompak Tewas ditembak oleh Denjaka dan Tiga Orang lainnya menyerahkan diri. Seluruh ABK  yang disandera pun berhasil dibebaskan tanpa mengalami cidera sedikit pun oleh Pasukan milik TNI Angkatan Laut yang diakui kehebatannya oleh Masyarakat Indonesia dan Dunia.

Hal ini langsung mendapatkan Aplous dari Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Panglima Angkatan Tentara Malaysia (ATM) Jeneral Tan Sri Dato Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin serta Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Didik Wahyudi, S.E., sebagai tuan rumah pelaksanaan yang langsung menyaksikan Simulasi dalam Latihan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darsasa-8AB/2013 Perompakan Kapal dari atas kapal KRI Makassar-590 yang lego Jangkar Persis di samping Kapal Tanker ISA RIVER yang dipakai untuk sasaran Latihan gabungan tersebut.

Sebelumnya Kedua Panglima Angkatan Perang dikedua Negara tersebut juga telah menyaksikan penanganan anti teror Aspek Darat berupa penggempuran digedung yang dilaksanakan di Hotel Grand Arya Duta dan juga Aspek Udara penanganan aksi teror di Pesawat udara yang dilaksanakan di Bandara Polonia Medan. Sedangkan untuk Aspek Laut ini dilaksanakan diperairan Belawan dan Lantamal I Belawan sebagai tuan rumah. Dalam Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia yang melibatkan sebanyak 1.228 Total Personil diantara kedua Negara jiran ini adalah untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah Malaysia dan Indonesia. 

Setelah menyaksikan penanganan terakhir yaitu Aspek Laut di Perairan Belawan, Panglima TNI pun berkesempatan menutup latihan Gabungan ini dengan Upacara penutupan yang dilaksanakan di Lapangan Benteng Medan pada sore Harinya.




Sumber : Koarmabar

No comments:

Post a Comment