Monday, October 13, 2014

3 Masalah Perbatasan Rampung, SBY Apresiasi Tim Teknis Perbatasan Maritim

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1413199205.JPG

Jakarta (MI) : Atas laporan Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi hasil kerja Tim Teknis Penetapan Batas Maritim RI. Dari laporan itu, diketahui sudah dicapai tiga kesepakatan mengenai perbatasan baik darat maupun laut dengan tiga negara tetangga yaitu Singapura, Timor Leste, dan Filipina.

“Apabila ada dispute antara kita dengan negara tetangga rampung maka kita bisa melakukan conflict prevention,” kata Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10).
Adapun tim teknis tersebut adalah tim yang dibentuk Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan sejumlah kementerian terkait dan juga Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Angkatan Laut. Selain itu di dalamnya juga terdapat para akademisi dan pakar kelautan dan hukum internasional seperti Hassan Wirajuda, Hashim Djalal dan Hikmahanto Juwana.

Dari laporan menlu hari ini tiga perjanjian laut yang sudah dicapai sebagai hasil kerja tim yaitu, pertama, Perjanjian RI dan Singapura tentang Perbatasan di bagian barat laut Singapura, kedua, Persetujuan RI dan Filipina mengenai penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)i di Manila dan ketiga, Perjanjian Indonesia dengan Singapura penetapan garis batas laut wilayah di Segmen Timur selatan Singapura.

Kepastian batas wilayah, kata presiden, menjadi hal yang penting dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pentingnya perbatasan bisa dilihat dalam tiga dimensi yaitu geopolitik, hukum, dan ekonomi. SBY mengatakan tim memang selama ini tidak sering menjadi sorotan media namun dengan tiga perjanjian maritim dan teritorial yang dihasilkan menjadi bukti tim terus bekerja.

“Sekali lagi secara resmi atas nama negara dan pemerintah dan selaku pribadi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tulus dengan tekun, sabar, dan penuh semangat telah berhasil menyelesaikan banyak dispute atau persengketaan antara kita dengan negara-negara tetangga,” lanjutnya.

Dia berharap diplomasi dan negosiasi mengenai perbatasan ini akan terus dilakukan oleh pemerintah mendatang mengingat masih ada perbedaan persepsi mengenai teritori ini dengan Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut selain tim teknis hadir pula Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Tjitjip Soetardjo.















Sumber : 

No comments:

Post a Comment