Minggu, 16 November 2014

Untuk Tampung Aspirasi, Menhan Bentuk Tim Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu selaku Menteri Pertahanan Indonesia

BOGOR (MI) : Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membentuk tim relawan khusus yang berada di daerah. Tujuannya, sebagai perpanjangan tangan dalam menampung aspirasi di masyarakat.

"Tim ini bernama Tim Ryamizard Ryacudu atau disingkat TRR. Dibentuk sebagai corong aspirasi masyarakat untuk menteri pertahanan," kata Ketua Umum TRR, Sofyan dalam acara halalbihalal dengan Menteri Pertahanan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11).
Sofyan menjelaskan, adanya TRR bisa menjadi jembatan masyarakat untuk mendekati pemimpin terhadap rakyatnya.

Melalui TRR, lanjut Sofyan, masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya terkait dengan masalah bangsa. Kemudian akan disampaikan langsung oleh tim kepada menteri pertahanan.
"Kepekaan sosial perlu ditumbuhkembangkan berdasarkan Pancasila. Dan itu harus segera diangkat ke permukaan," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal bi halal TRR, Leonardus menyampaikan, tim itu merupakan anggota LSM yang kini sudah memiliki cabang di 35 kabupaten kota di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Dibentuknya tim ini, lanjut Leonardus, juga salah satu langkah menteri dalam menjalankan program kerjanya di masyarakat.
"Karena banyak pihak yang meragukan sosok Ryamizard Ryacudu, apalagi dia adalah pensiunan. Artinya ketika terjadi chaos di pemerintahan maka sebagai orang sipil, menteri pertahanan memiliki kekuatan di masyarakat melalui relawan ini," kata Leonardus.

Dia mengatakan, ke depan TRR akan dikembangkan hingga bisa mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Dengan harapan dapat menampung seluruh aspirasi sosial masyarakat.



















Sumber :  REPUBLIKA

1 komentar:

  1. saya minta pendapat pak menhan terkait soal pertahanan sipil di lingkungan PNS baju hansip dan korps pertahanan sipil di hilangkan tentu ini adalah bencana hansip dari korps PNS yg jumlahnya ribuan otomatis of. artinnya negara kehilangan pertahana lapis kedua yg kompeten dan mumpuni sesuai bidangnya untuk memperkaya pertahan sipil indonesia. jika ini dibiarkan hilang negara akan kehilangan kekuatan pertahanan lapis kedua yg mumpuni dr orang2 profesional . jika negara chaos tni berhasil di perdaya dan diadu domba bukan mustahil ini terjadi. apakah negara akan melihat indonesia terkotak2 dalam hal pertahanan sipil. akan terbentuk fraksi2 bersenjaata dan front2 dimana2 dan besar kemungkinan diadu domba dan saling berseteru terhadap hal kecil dan beda pendapat. pak mendan tolong sikapi

    BalasHapus