Minggu, 16 November 2014

TNI AL di Nunukan klaim usir kapal perang Malaysia


Nunukan (MI) : Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan, Letnan Kolonel Pelaut Imam Hidayat, di Nunukan, Minggu menyatakan, telah mengusir kapal perang Malaysia yang telah memasuki wilayah perairan Indonesia, di dekat Pulau Bunyu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

TNI AL tetap berpedoman pada peta nomor 353 yang telah diakui dunia internasional.

"Kapal perang Malaysia itu masih memasuki perairan itu karena mereka masih mengklaim sebagai wilayahnya. Padahal kami tetap berpedoman peta nomor 353, makanya kapal itu langsung diusir," ujar dia, di Nunukan, Minggu.

Menurut dia, apabila terdapat kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia maka dianggap telah melanggar kedaulatan negara kita sehingga perlu dilakukan tindakan tegas dengan tidak membiarkan beraktivitas.

Kapal patroli yang ditempatkan TNI AL menjaga wilayah perbatasan perairan Indonesia di perairan itu, di antaranya KRI Diponegoro-365, KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Hiu-804.

Pengusiran terhadap kapal perang negara asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia tersebut telah sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku.

















Sumber :
ANTARA

2 komentar:

  1. ditembak aja itu melayu malingsial. negara yang sukunya gk bersatu. partai DAP yg berkuasa di penang mau menbentk malysia jadi negara republik. mayoritas kaum cina.india ingin menhilangkan sistem beraja.. cina yg menguasai ekonmi malingsia tpi di anak tirikan.yg di utamakan bumipetra.

    BalasHapus
  2. Tembak saja bagi yang melanggar, sungguh sangat disayangkan seharusnya kapal yang ditangkap/ditilang/didenda hanya di usir yang kejadian begini sudah berulang kali minimal diberikan tembakan peringatan kalo diabaikan baru ditenggelamkan, jangan spt hukum negeri ini tajam dibawah tumpul diatas apalagi antar negara sungguh gax ada nyali, maaf ini perlu ketegasan lagi dari pemimpin indonesiaku

    BalasHapus