Thursday, November 20, 2014

Yonkav 8/2 Konstrad Siap Operasikan Tank Leopard

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/542519dmc-2.jpg

Pasuruan (MI) : Tak terbayang sebelumnya di benak para wartawan dari rombongan Press Tour Kemhan 2014 bisa menjajal salah satu Main Battle Tank (MBT) kebanggaan Indonesia Tank Leopard yang dimliki Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8/ 2 Kostrad. Kesempatan mengendarai Tank Leopard tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan Press Tour Kemhan 2014 yang di selenggarakan Puskom Publik Kemhan dari tanggal 18-19 November 2014 di Jawa Timur.

Saat berkunjung ke Yonkav 8/2 wartawan yang berjumlah 11 orang dari berbagai media mendapatkan bukan hanya melihat langsung melainkan diizinkan oleh Danyonkav 8/2 Mayor Kavaleri Valian Wicaksono untuk menaiki Tank Leopard dan bermanuver mengelilingi kompleks kesatrian Yonkav 8 seluas 5 hektar yang berada di desa Roh Kepuh, Kecamatan Beji, Pasuruan, Jawa Timur. Bukan hanya itu awak media ini juga mendapatkan penjelasan seputar kecanggihan alat tempur Heavy Tank kebanggaan Indonesia tersebut.
Menurut Danyonkav 8 dari aspek teknologi Tank Leopard sudah termasuk kedalam salah satu tank terkuat. Adapun cakupan teknologi yang ada di Tank Leopard adalah memiliki kualitas lindung lapis baja dan aplikasi pelindung lainnya yang lebih baik dibandingkan dengan jenis Tank lainnya seperti Explosive Reactif Armor / ERA (Aktif Protection), Ceramic add on plate dan composive protection shg mampu tahan s.d kaliber 40mm.

Tank ini juga ditunjang sistem keseimbangan (stabilizer) pada turret shg mampu menembak sasaran sambil bergerak, dilengkapi dengan Automatic firing control system dan Balistic computer untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penembakan. Technology Investment bagi Prajurit Kavaleri pada kemampuan Kesenjataan Satuan Kavaleri yang bersifat universal.

Dijelaskannya tekanan jejak dari Tank Leopard bila dibandingkan truk tronton dengan bobot yang sama maka kemungkinan jumlah tekanan jejak akan lebih besar truk tronton. Meski memiliki berat 52 ton Tank Leopard memiliki 7 sumbu roda yang menempel ke aspal sehingga bebannya terbagi rata. Sedangkan Truk Tronton hanya memiliki beberapa titik sumbu roda sehingga bebannya tidak terbagi rata dan berakibat merusak aspal di jalan yang dilintasinya.

Sementara itu keunggulan spesifikasi tekhnis Tank Leopard adalah memiliki mesin  47.600 cc, rpm 2600, tenaga 1500 ps. Kecepatan maksimum bisa mencapai 80 km perjam. Untuk bergerak mundur tank ini berjalan dengan kecepatan 31 km  perjam. Tank Leopard juga mampu mengarung (berjalan di bawah air) tanpa persiapan hingga kedalaman 1,2 meter. Namun jika dilengkapi dengan snorkel maka bisa mencapai kedalaman 4 meter. Sedangkan pergerakan memutar 360 derajat dari kubah Tank Leopard hanya membutuhkan waktu 10 detik. Kapasitas tangki bahan bakar dari tank Leopard juga lebih banyak yaitu 1.160 liter.

Tank Leopard juga dilengkapi dengan persenjataan Kanon Rheinmetal 120 mm smoothbore gun L/44 dan 2 senjata mesin. Tank ini mampu menembakan munisi mulai dari kaliber 120 mm hingga 125 mm dengan jarak efektif 4 Km. "Saat ini kami baru kedatangan 20 Tank Leopard dan akan datang lagi 21 Tank ‎lagi, serta 19 tank Support," ujarnya. 

Menurut Danyonkav 8/2 dengan kelengkapan teknologi yang dimiliki Tank Leopard, maka terdapat pertimbangan-pertimbangan dalam pengadaannya. Salah satunya dilihat aspek keuntungan politis bagi negara, yakni dapat mewujudkan perimbangan dalam kekuatan. Selain itu dengan adanya pengadaan Tank Leopard tersebut dapat mewujudkan Deterrence Effect atau efek penggentar bagi negara-negara yang ada di kawasan sekitar. Dengan diperkuat Tank Leopard bangsa Indonesia juga mampu meningkatkan posisi tawar/bargaining position negara dan wibawa bangsa di dunia Internasional.

















Sumber : DMC Kemhan

No comments:

Post a Comment