Selasa, 18 November 2014

TNI Temukan Patok Perbatasan Negara yang Hilang

TNI Temukan Patok Perbatasan Negara yang Hilang

Jakarta (MI) : Setelah sempat dinyatakan hilang, patok perbatasan negara RI dan Malaysia No G.167 yang ada di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan. hal ini diungkapkan Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Arm I Ketut Sumerta.

Saat ditemui di Makodam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat, Ketut menjelaskan, patok itu ditemukan baru–baru ini oleh patroli gabungan antara TNI dan Tentara Diraja Malaysia (TDRM).

Menurut Ketut, patroli bersama dilakukan pada Sabtu, 8 November 2014. Dipimpin Sertu TNI Ainun yang melibatkan 4 anggota TNI dan 2 anggota TDRM.

"Patok batas negara No G.167 sebelumnya tidak ditemukan oleh Satgas Pamtas (Tugas Pengamanan Perbatasan) pada patroli patok tahap pertama. Baru kali ini ditemukan di bawah kerimbunan pohon bambu," kata Ketut, Senin, (17/11/2014).

Ketut mengungkapkan, jika keberadan patok tersebut jauh. “Jarak jauh. Di situ ada 30 pos. Faktor alam. Fungsi Satgas Pamtas itu ngecek patok. Masuk hutannya susah. Memang hari-hari mereka ngecek patok batas,” jelas dia.

Masih kata Ketut, sejumlah patok di perbatasan RI-Malaysia tertutup hutan. Karena itu, ujar dia, tidak ada penyerobotan perbatasan. “Nggak ada penyerobotan. Memang hilang, tapi sudah ditemukan patok batas negara No.G 167,” tegas dia.

Ketut mengungkapkan, dia selalu diberitahu terkait perkembangan di perbatasan. “Saya setiap hari kontak komandan Pamtas. Kita sering dilapori dari mereka di batas. Mereka terus menerus update info,” ucap Ketut.

“Jadi kalau laporan di lapangan pasti dilaporin. Tapi, kalau gagal, nggak dilaporin. Kita juga melaksanakan tugas pengamanan di batas. Contohnya mengamankan kegiatan ilegal, lalu diserahkan ke polisi. Pokoknya yang ilegal-ilegallah. Termasuk soal TKI ilegal.”

Ditanya rencana sejumlah WNI pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Malaysia, Ketut menjelaskan, hingga kini belum ada. “Kalau soal pindah WN belum ada di kita. Itu sebenarnya yang kita takutkan. Kalau pembangunan belum stabil di perbatasan,” Ketut menegaskan.

Ketut mengungkapkan, melakukan sejumlah pembinaan untuk tetap menjaga rasa nasionalisme warga di perbatasan. Antara lain dengan pembinaan teritorial. "28 Oktober kemarin kita laksanakan upacara di batas yang tak pernah sama sekali upacara di wilayah pedalaman Entikong. Ada juga pembuatan bak air bersih. Ada juga dokter di sana membantu dan melayani masyarakat di perbatasan.” 















 Sumber : Liputan6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar