Jumat, 21 November 2014

Indonesia dan Australia Sepakati Peningkatan Kerjasama Militer

Panglima TNI, Jendral Moeldoko memeriksa barisan kehormatan tentara Australia. Foto: Department of Defence, Lauren Larking.

Canberra (MI) : Indonesia dan Australia sepakat untuk lebih sering melakukan latihan bersama dan pertukaran tentara dan instruktur. Australia menganggap Indonesia sebagai mitra penting di bidang militer karena memiliki permasalahan dan kepentingan yang sama.

Panglima TNI Jendral Moeldoko berkunjung ke Canberra, selama dua hari (19-20/11/2014). Dalam kunjungannya, Jendral Moeldoko mengadakan pertemuan dengan Panglima Pertahanan Udara Australia, Marsekal Mark Binskin.

Marsekal Binskin mengatakan Indonesia adalah mitra pertahanan yang sangat penting bagi Australia, karena kedekatannya secara geografis dan memiliki kepentingan yang sama.
"Sebagai tetangga kita memiliki kepentingan yang sama dalam hal stabilitas keamanan di kawasan," ujar Masekal Binskin seperti yang dikutip dari halaman resmi situs Departemen Pertahanan Australia.
"Kita juga menghadapi permasalahan yang sama, seperti keamanan perairan, teroris, dan kejahatan transnasional. Karenanya menjadi penting untuk melanjutkan kerjasama untuk mengatasi masalah ini secara efektif," tambahnya.

Jendral Moeldoko, Panglima TNI bersama Marsekal Udara Mark Binskin saat berada di Canberra. Foto: Department of Defence Australia, Lauren Larking. 

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Moeldoko dan Marsekal Binskin mendiskusikan soal prioritas untuk membuat kerjasama militer menjadi hubungan militer.
Mereka juga setuju untuk lebih sering melakukan program bersama, seperti latihan bersama, pertukaran siswa dan instruktur, pertukaran kebijakan dan intelejensia, serta dialog rutin soal strategi militer. 
"Hubungan pertahanan bilateral kami telah terbukti tangguh dari waktu ke waktu, dengan dasar yang lebih ditekankan pada hubungan orang ke orang. Hubungan ini diperkuat dengan berbagai kegiatan, termasuk lebih dari 150 pelatihan yang ditawarkan bagi para perwira militer Indonesia setiap tahunnya."
Menurut Marsekal Biskins, Australia masih akan terus berkomitmen untuk melakukan kerjasama militer untuk jangka panjang dan lebih menyeluruh dan kami tak sabar lagi untuk melakukan program di tahun 2015."
 
Dalam kunjungannya ke Australia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Australia, Senator David Johnston.
Senator Johnston membicarakan masalah soal warga yang berpergian ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok militan, atau mereka yang kembali dari daerah konflik. Menurutnya ini menjadi masalah yang juga dihadapi Indonesia.
Ia juga menyampaikan keinginannya agar soal melakukan pelatihan dan pendidikan bersama di bidang militer, selain juga bantuan Australia untuk modernisasi program militer Indonesia.






















Sumber : JPNN

2 komentar:

  1. rayuan abbot manjur juga...ada hasilnya...... tp ganti indonesia yg ngerayu aussi biar gak nyadap, biar gak nampung sparatis, kok ndak manjur....mereka cuma bilang/beralasan/berdalih... demi atas nama HAM...demi demokrasi...demi memberantas teroris...demi kepentingan/keamanan nasional.... lambene bule kesasar/inggris asean emang lamis

    BalasHapus
  2. percuma kerja sama musang ausi mereka datang hanya mau menabur duri ...aneh pihak indonesia bukan waspada tapi santai ajaa .
    berkaca sejarah tim tim bangsa indonesia khusus nya pusat jakarta insa allah selamat .

    BalasHapus