Jumat, 21 November 2014

KASAL Resmikan Pangkalan TNI AL Nias


Nias Selatan (MI) : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio memimpin upacara peresmian Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nias sekaligus mengukuhkan Letnan Kolonel Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E. menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nias, Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis (19/11/2014).
Letnan Kolonel Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E. yang lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-39 tahun 1993 sebelumnya bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) persiapan pembentukan Lanal Nias mendapat kepercayaan pertama dari pemimpin TNI Angkatan Laut menjadi Komandan.
Sebelum ditingkatkan menjadi Lanal, di Teluk Dalam Nias Selatan telah berdiri Pos Angkatan Laut (Posal) tipe C yang diresmikan oleh Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang pada tanggal 16 Oktober 2013 lalu, selanjutnya karena letaknya dinilai sangat strategis dalam upaya mengamankan wilayah perairan laut sebelah barat pulau Sumatera ini, maka Posal Teluk Dalam ditingkatkan statusnya menjadi Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) tipe B.
Peresmian dan pembentukan Lanal Nias yang berlokasi di Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan juga adalah sebagai salah satu wujud perencanaan strategi pertahanan (Renstrahan) maritim serta pembangunan gelar pangkalan yang berada di pulau terluar di wilayah pantai barat Sumatera Utara dalam rangka menanggulangi segala bentuk kerawanan dan ancaman yang datang dari Samudera Hindia sekaligus sebagai benteng pertahanan. Dengan adanya Lanal yang berada di Kepulauan Nias ini, maka dapat berfungsi sebagai unsur pendukung kegiatan operasi laut gugus tempur dan gugus keamanan laut bagi unsur KRI dan pesawat TNI AL yang beroperasi di wilayah pantai barat Sumatera.
Pembangunan Pangkalan Angkatan Laut Nias yang berada di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang sangat mengharapkan kehadiran pangkalan Angkatan Laut. Sebagai wujud dukungan dari Pemda Nias Selatan, mereka menghibahkan beberapa gedung perkantoran milik Penda, dan sarana lainnya berupa bangunan messing untuk asrama para prajurit yang dibangun di atas lahan seluas ± 5 ha.
Nias merupakan pulau yang terletak di wilayah Samudera Indonesia, permasalahan kelautan di wilayah ini sangat menonjol, mulai penjualan atau penyewaan pulau oleh orang asing, illegal fishing, illegal migrant, illegal logging, termasuk rawan gempa bumi dan tsunami, sehingga dibutuhkan kehadiran institusi TNI Angkatan Laut yang representatif di kepulauan tersebut. Nias Selatan sendiri secara geografis berada di sebelah Barat Pulau Sumatera dengan jarak sekitar 92 mil laut dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Terdiri dari 35 Kecamatan, 459 Desa, dan 2 Kelurahan, dengan total jumlah penduduk sebanyak 375.698 jiwa. Kabupaten ini memiliki 104 pulau, 21 pulau berpenghuni, sedangkan sisanya 83 tidak dihuni yang tentunya memiliki potensi laut yang besar serta membutuhkan pengawasan.
Pada kesempatan yang sama, Kasal menerima penganugerahan gelar kehormatan adat Nias yang diberikan oleh Ketua Adat Nias dengan nama TUHA SAMEGA ASI (bahasa nias) artinya Pemimpin Pengawal Samudera Raya.
Acara peresmian Lanal Nias yang dihadiri sekitar 5.000 warga masyarakat Nias, ini dimeriahkan demonstrasi kemahiran prajurit berupa atraksi terjun payung oleh prajurit Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkopaska Koarmabar). Selain terjun payung, upacara juga akan dimeriahkan oleh atraksi Kolone Senapan dari prajurit KRI Teluk Gilimanuk-531, Tarian perang khas budaya Nias.
Selain itu sejumlah pejabat teras daerah pulau Nias, seluruh bupati yang ada di pulau Nias yaitu bupati Nias Selatan, Bupati Nias Barat, Bupati Nias Utara, Bupati Nias Inti dan Walikota Gunungsitoli, dan beberapa putra daerah Nias yang telah sukses di luar daerah datang hadir, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh agama.


















Sumber : TNI AL

3 komentar:

  1. semoga lngkap landasannya baik untuk kpal selam, pespur, heli,dan tentu saja KCR plus radar..... sayang daya jangkau radar terbatas,,, smoga dimasa depan ada radar yg bisa ditanam di dasar laut lepas hindia

    BalasHapus
  2. SEMOGA LANAL ALUTSISTA SEMAKIN CANGGIH, TNI DAN INDONESIA SEMAKIN KUAT DAN PULAU PULAU DI INDONESIA TERDAPAT PULA TNI TERSEBUT BIAR NEGARA LAIN TIDAK KLAIM NEGARA KITA LAGI...
    SEKARANG MARI KITA BANGKIT TNI, TNI DAN INDONESIA BISA JADI LEBIH MAKMUR, AMAN, DAMAI, SEJAHTERA, NEGARA INDONESIA NEGARA YANG ADIL DAN BIJAKSANA....

    BalasHapus