Kamis, 20 November 2014

Menhan Tinjau Rakitan Hemat Energi Karya Babinsa Kodim Iskandar Muda


Banda Aceh (MI) : Babinsa Kodam Iskandar Muda merakit berbagai peralatan bertenaga gas. Peralatan yang dirakit antara lain motor bertenaga gas, kompor dan lampu hemat energi.

Ketiga produk tersebut sengaja didesain oleh Babinsa untuk membantu masyarakat agar perekonomian mereka tetap stabil meski harga BBM telah naik. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninjau langsung hasil rakitan babinsa tersebut didampingi Pangdam Iskandar Muda beserta rombongan.

Mereka menamai produk tersebut dengan nama Motor Gas Tentara Rakyat (Morgantara), Kompor Babinsa Rakyat (Kobara) dan Lampu Hemat Energi Tentara Rakyat (Lentera). Ryamizard mengapresiasi langkah kreatif para Babinsa itu.

"Tujuan prajurit Kodam Iskandar Muda modifikasi sepeda motor itu merupakan solusi alternatif dalam membantu meringankan beban masyarakat kecil pasca kenaikan harga BBM," ujar Babinsa Kodim 0101/BS Sersan Eko Nugraha seperti dikutip dari rilis yang diterima detikcom, Kamis (20/11/2014).

Morgantara memiliki kelebihan jarak tempuh hingga 150 kilometer per jam. Rencananya Morgantara akan disumbangkan kepada tukang becak.

"Secara simbolis akan disumbangkan untuk 100 tukang becak di Banda Aceh pada Minggu (23/11) di Blang Padang," tutupnya.


Mengenal Letkol Joko, Pencetus Ide Motor Gas Tentara Rakyat di Aceh


 
Sejumlah personel TNI sibuk menghidupkan sepeda motor dan becak mesin kala Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu datang ke stand mereka. Hanya beberapa kali dinyalakan dengan kaki, motor yang parkir di depan Gedung Balai Teuku Umar, Kodam Iskandar Muda akhirnya hidup.

Motor tersebut memang sedikit berbeda, karena di belakangnya terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Untuk urusan tenaga, tidak kalah dibandingkan sepeda motor pada umumnya yang belum dimodifikasi. Prajurit TNI di Aceh memiliki kemampuan khusus untuk merakit motor sehingga bisa menggunakan gas elpiji.

Adalah Letkol Joko, Perwira Pembantu Madya (Pabandya) inilah yang mengajarkan sejumlah prajurit TNI dapat merakit sepeda motor. Mereka tak butuh waktu lama untuk belajar cara memodifikasi motor agar dapat menggunakan elpiji.

"Hanya dua hari saya ajarkan. Hari pertama teori hari kedua langsung praktik," kata Joko kepada detikcom, Kamis (20/11/2014).

Letkol Joko punya alasan khusus mengapa dirinya mengajarkan prajurit TNI bisa merakit motor yang dinamakan "motor gas tentara rakyat". Menurutnya, jika sewaktu-waktu BBM langka, TNI masih tetap dapat menggunakan motor untuk bepergian.

Selain itu, hal tersebut dilakukan Letkol Joko untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan menggunakan motor gas, masyarakat maupun TNI dapat berhemat hingga empat kali lipat.

"Gas ukuran tiga kilogram ini bisa digunakan untuk jarak tempuh 500 hingga 600 kilometer. Kalau kita gunakan premium itu sudah 12 liter lebih," jelas Joko.


Untuk merakit motor gas, kata Joko, hanya perlu menggantikan karburatornya saja. Untuk perakitannya hanya berkisar antara satu hingga dua jam permotor.

Ide Letkol Joko merakit motor gas ternyata mendapat sambutan positif dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto. Pada Minggu (23/11) mendatang, Kodam IM berencana membuat pameran sekaligus berbagi tips merakit motor kepada masyarakat.

"Kami ingin berbagi kepada masyarakat bagaimana cara membuat motor agar bisa memakai gas," ungkapnya.

Menurut Joko, motor gas tersebut mempunyai tingkat keamanan sesuai dengan motor yang memakai bahan bakar premium. Hanya saja sekarang ia belum memiliki kemampuan untuk memperbagus penampilan motor tersebut.

"Kelihatannya gak bagus motor ini karena ada tabung gas. Ini sedang kita cari cara bagaimana agar motor ini terlihat bagus," jelas Joko.

Motor menggunakan gas baru pertama kali dibuat di Aceh. Sedangkan di sejumlah daerah lain di Indonesia, sudah pernah dibuat sebelumnya.

"Kalau di Aceh, kita pertama kali," tutupnya. 
















Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar