Minggu, 16 November 2014

Opleiger Marinir Dibajak

 

Surabaya (MI) : Dua unit Opleiger Marinir yang sedang mengangkut dua unit tank amfibi BMP-3 F dibajak oleh golongan separatis bersenjata di Surabaya, Sabtu (15/11). Saat dibajak, dua unit kendaraan merk Tatra tersebut sedang dalam perjalanan memindahkan unit-unit kendaraan tempur Marinir dari basis ke daerah latihan.


Meskipun aksi para pembajak tergolong cepat dan dadakan, akan tetapi dengan sigap para Marinir pengawak opleiger dan kru tank amfibi serta didukung kesenjataan lain termasuk infanteri Marinir dapat melumpuhkan para pembajak.

 

Kru dua unit tank amfibi BMP-3F tersebut saat kejadian langsung mengambil inisiatif dengan melarikan Tank modern produksi Rusia tersebut keluar dari Opleiger dan terjun ke jalanan dalam kondisi kendaraan berjalan cepat. Setelah lepas dari Opleiger, dua unit tank amfibi segera berbalik arah dan langsung melepaskan serangan balasan ke arah pembajak dan kelompok separatis bersenjata yang sudah menguasai Opleiger. Kru BMP-3 F juga segera melaporkan kejadian tersebut ke satuan induk dan meminta dukungan kesenjataan lain membantu melakukan serangan balasan sekaligus merebut kembali Opeleiger yang dibajak.

 
Tak berapa lama dalam hitungan detik, satu peleton infanteri tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan serangan balasan ke posisi para pembajak yang berupaya melarikan diri ke basis mereka. Namun situasi ini tidak menyurutkan para Infanteri Marinir untuk tetap mendesak melaksanakan serbuan. Secara bergantian, regu per regu, kelompok per kelompok, mereka melakukan manuver untuk menyekat dan menghancurkan sarang gerombolan.

 

Pada saat yang sama, Tank BMP-3F tetap melakukan bantuan tembakan ke markas-markas gerombolan dengan menggunakan peluru-peluru kanon. Akan tetapi kekuatan gerombolan cukup kuat, terbukti dengan adanya perlawanan sengit dari mereka. Dalam situasi seperti itu, datang bantuan tiga pucuk meriam Howitser 105 mm yang ditarik tiga unit truk Unimog. Tiga pucuk meriam artileri pertahanan medan yang masing-masing diawaki enam personel Marinir ini segera membuka stelling kedudukan. Beberapa menit kemudian dari mulut larasnya yang berdiameter 105 mm itu, melesat dengan cepat peluru-peluru meriam menghantam kedudukan musuh yang saat itu masih dalam proses penyekatan Infanteri Marinir.

 

Di sisi lain, BMP-3 F tetap memberikan bantuan tembakan termasuk dengan menggunakan senjata mesin yang berada di samping kubah kanonnya. Sedangkan satuan infanteri pun memberikan dukungan dengan bantuan tembakan senapan mesin General Purposse Machine Gun (GPMG) dan  sejumlah peluncur roket ke arah kedudukan musuh. Dengan kombinasi serangan infanteri dan sejumlah kesenjataan ini akhirnya musuh dapat dihancurkan dan Opleiger Marinir yang dibajak pun bisa direbut kembali.

 

Peristiwa tersebut adalah sebagian dari skenario demo keterampilan prajurit Korps Marinir dalam kegiatan gladi bersih upacara peringatan HUT ke-69, Sabtu (15/11) di lapangan tembak FX. Soepramono Karangpilang Surabaya. Upacara puncak peringatan HUTnya sendiri akan dilaskanakan pada Senin (17/11) dengan inspektur upacara Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio.

Selain demo keterampilan tersebut, Korps Marinir juga menampilkan demo tarian kolosal prajurit dan ibu-ibu Jalasenastri Marinir Wilayah Timur yang mempersembahakan tarian nusantara dengan diiringi rampak bedug, Free Fall 12 prajurit Pasukan Khusus yang melaksanakan kerjasama udara Canopy Relative Work (CRW) dan Flag Jump dengan membawa bendera-bendera satuan, bendera merah putih, Mabes TNI, Mabesal dan Marinir. Demo keterampilan ini melibatkan lebih dari 900 personel.
















Sumber :  MARINIR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar