Jumat, 19 September 2014

Menhan Mulai Pikirkan Matra Cyber

Menhan Mulai Pikirkan Matra Cyber

SLEMAN (MI) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memberi-kan kuliah umum di Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta. Dalam kuliah umum yang ber-langsung selama satu jam itu, Menhan menegaskan saat ini In-donesia tengah membangun sis-tem pertahanan yang solid.Menhan menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan ke-pulauan terbesar. Sehingga di-perlukan pertahanan yang bagus baik darat, laut, dan udara. Untuk merealisasikannya, Menhan me-nambah jumlah personel penga-manan di titik-titik yang kaya po-tensi sumber daya alamnya.

“Pertahanan negara kita harus kuat. Penjagaan personel diting-katkan, terutama di Laut China Selatan, agar kekayaan hayati kita tidak dikuasai negara lain,” kata Menhan saat memberikan ceramah di hadapan para karbol AAU, kemarin (18/9).Ia menambahkan, Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah membuat negara ini memiliki nilai tawar yang tinggi. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan baru bagi bangsa In-donesia untuk menjaga sumber daya alam agar tidak dieksploita-si negara lain.

“Saya berharap calon perwira AAU mampu menjadi sumber daya manusia yang bagus serta memiliki kecintaan terhadap tanah air,” imbuh mantan menteri ener-gi dan sumber daya mineral ini.Pria kelahiran Semarang 16 Juni 1951 ini juga menyinggung mengenai sistem pertahanan Indonesia. Saat ini sistem kea-manan suatu negara tidak hanya melalui pertahanan darat, laut, dan udara. Misalnya di Amerika, mereka sudah menggunakan matra cyber sebagai penamba-han sistem pertahanan negara.

Nah, di Indonesia sendiri sitem pertahanan semacam itu tengah digodog matang. Sehingga ke depan dengan penggunaan sa-telit pribadi, matra cyber di In-donesia menjadi sistem canggih yang menjadi salah satu perta-hanan negara.“Kita di Indonesia akan bangun ini. Kita tidak mau terjadi ketika terjadi serangan yang bersifat cyber, kita belum siap,” tandasnya.

Dalam sistem tersebut, semua sarana tengah dipersiapkan, salah satunya dengan sistem komunikasi melalui satelit. Nanti-nya, sistem itu menjadi perta-hanan negara yang bisa diakses intelijen Indonesia, Kemenlu, TNI, dan Polri.“Sistem ini tidak bisa diterobos pihak luar. Tapi selama kita be-lum punya satelit sendiri, pihak lain masih bisa mengaksesnya,” kata dia. 









Sumber :  Radarjogja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar