Sabtu, 20 September 2014

Kejar Kelompok Bersenjata di Lanny Jaya, TNI Kerahkan Pasukan

Penembakan Papua, TNI AD Gunakan Alutsista `Pengintai`

Jayapura (MI) : Kodam XVII/Cenderawasih mengerahkan pasukan sebanyak 1 satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 100 orang guna membantu Polres Lanny Jaya, Papua, menghadapi kelompok sipil bersenjata.

"Jadi ada 1 SSK yang diterjunkan ke sana. Itu hanya bersifat mem-back up polisi dalam penegakan hukum," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Rikas Hidayatullah di Jayapura, Sabtu (20/9/2014).

Ia menegaskan bahwa 1 SSK prajurit TNI Kodam Cenderawasih berada di Lanny Jaya untuk membantu polisi, bukan hal lainnya.

"Intinya seperti yang dikatakan Bapak Panglima Kodanm Cenderawasih, bahwa kami akan mendukung polisi dalam waktu yang belum ditetapkan sampai kondisi Lanny Jaya aman dan kondusif, itu juga disampaikan oleh Pak Kapolda Papua," katanya.

Rikas mengatakan, peristiwa kontak tembak pada tiga hari lalu yang mengakibatkan tewasnya satu orang dari Gerakan Sipil Bersenjata (GSB) itu terjadi di tempat atau medan yang sulit yakni di Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

"Kami tidak bisa serta-merta melakukan pengecekan yang tertembak itu. Karena TNI-Polri tidak mau gegabah tapi bukti ada darah di lapangan itu jelas. Saya mohon kesabaran mengenai peristiwa itu, karena pihak mereka (GSB) juga langsung membawa rekan mereka itu," katanya.

Mengenai penjelasan Panglima Cenderawasih tentang 50-an senjata api yang berhasil diterima atau didapatkan oleh prajurit kodam, Rikas membenarkan hal itu.

"Jadi senjata api itu ada yang standar militer dan rakitan yang kami dapatkan dan juga diserahkan oleh GSB atau OPM seperti di Manokwari Selatan, Papua Barat pada 16 Agustus lalu, lalu di Arso 14, Kabupaten Keerom 3 hari lalu. Sisanya yang kami gelar beberapa waktu lalu, totalnya 50-an lebih," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende mengatakan petugas yang digelar di Lanny Jaya bertambah yakni mencapai 530 orang yang berasal dari anggota Polri dan TNI.

Pengerahan ratusan orang aparat gabungan itu untuk melaksanakan tugas penegakan hukum terhadap kelompok sipil bersenjata pimpinan Porum Wenda dan Enden Wanimbo yang kerap kali meneror warga setempat dan menembaki anggota TNI-Polri.











Sumber :  Liputan6

1 komentar:

  1. Pesawat tanpa awak hrs di ikutkan utk membantu pemantauan, shg dpt memberikan posisi lawan dan kalau tdk kasihan aparat kita yg terkena

    BalasHapus