Kamis, 26 Februari 2015

TNI AU Lanud El Tari Latihan Terjun Payung Jadi Tontonan Warga

TNI AU Lanud El Tari Latihan Terjun Payung Jadi Tontonan Warga
KUPANG (MI) : Latihan terjun payung di Pangkalan Lanud El Tari Kupang tidak ada kaitannya dengan persiapan eksekusi mati dua terpidana Bali Nine. Namun latihan prajurit TNI AU ini menarik perhatian dan menjadi tontonan warga sekitar Lanud El Tari Kupang.
Latihan terjung payung pasukan khusus TNI AU sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kemampuan anggota yang digelar minimal satu kali dalam setahun.

"Tidak ada kaitannya dengan bali nine. Latihan ini program setahun sekali dengan mengeliling seluruh lanud di Indonesia. Latihan ini digelar untuk memelihara kemampuan fisik, mental dan teknik. Dan setiap tahunnya dan minimal kembali dilakukan refresh kemampun terjun payung," ujar Komandan Lanud El Tari Kupang, Kolonel (Pnb) Andi Wijaya kepada wartawan disela-sela acara di Lanud El Tari Kupang, Rabu (25/2/2015) pagi.

Kegiatan terjun payung berlangsung dua hari Rabu (25/2/2015) di Lanud El Tari dan Kamis (26/2/2015) di lapangan sepak bola Baun.
Andi mengatakan kegiatan terjun penyegaran dilaksanakan setahun sekali. Pasalnya tidak semua pasukan ditarik di Bandung atau Malang kemudian dilakukan terjun penyegaran. Untuk lebih efektif dan menghemat pergerakan pesawat datang dan peralatan merefresh kembali anggota paskhas yang ada di sini.
"Pesawat itu nanti akan keliling Indonesia yang ada paskhas lainya," ujar Danlanud Andi.
Menurut Andi, ia sengaja mengundang anak-anak sekolah atau warga yang ingin melihat. Lewat kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan TNI Angkatan Udara untuk mengenalkan TNI AU sehingga bisa menarik minat.
"Sebenarnya sasaran masyarakat seluruh NTT. Pasalnya rekruitmen masuk sebagai TNI, minat pemuda disini kurang lantaran kurang sosialisasi. Mulai saat ini hingg Maret ada rekruitmen tamtama, bintara hingga taruna.

Andi mengatakan latihan terjun dalam dua bentuk terjun bebas dan terjun statis. Latihan ini juga bagian mengenal medan. Dalam strategi perang aksi terjun payung statis dilakukan manakala kesusahan mengedrop pasukan dari darat dan laut maka dilakukan penerjunan.
"Sementara terjun bebas dilakukan dalam aksi penyusupan sehingga tidak terdeteksi baik siang dan malam. Untuk itulah kemampuan terjun payung harus dipelihara. Dengan demikian pada saat dibutuhkan semua bisa," katanya.*
Sumber :   POS KUPANG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar