Jumat, 27 Februari 2015

Kemhan Akan Kirim Personel Untuk Dalami Manajemen Dan Teknis Pertahanan Siber di NPS. Monterey, AS



Jakarta (MI)Indonesia dan Amerika Serikat melakukan kerjasama dalam bidang peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertahanan siber. Kerjasama ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar untuk yang kedua kalinya, “Cyber Defence Seminar Phase II” yang telah dilaksanakan selama empat hari sejak tanggal 23 Februari 2015.
Dirjen Pothan Kemhan Dr. Timbul Siahaan mengatakan kerjasama di bidang pertahanan siber antara Indonesia dengan Amerika Serikat tidak berhenti disini. “Langkah berikutnya adalah Kemhan akan mengirimkan personel untuk mengikuti pendalaman di bidang manajemen dan teknis pertahanan siber di NPS. Monterey pada medio Mei 2015” ungkap Dirjen Pothan Kemhan dalam sambutan tetulisnya yang dibacakan oleh Direktur Komponen Pendukung Ditjen Pothan Kemhan drs. Maman Tarmana, M.M. saat menutup seminar “Cyber Defence Seminar Phase II”, Kamis (26/2) di kantor Kemhan, Jakarta.
Selain itu, Dirjen Pothan Kemhan menambahkan kegiatan seminar kedua yang diselenggarakan atas kerjasama antara Ditjen Pothan Kemhan dengan Office of Defence Cooperation, Embassy of the United States ini juga akan dilanjutkan dengan Seminar Phase III pada bulan Agustus 2015 mendatang berupa latihan dan simulasi yang lebih implementatif.
Dengan berakhirnya seminar kedua  ini, Dirjen Pothan Kemhan lebih lanjut berharap agar dapat menjadi awal kesatuan gerakan nasional bagi peningkatan kesadaran akan pertahanan siber, serta kesamaan langkah untuk bersama-sama melakukan upaya yang terbaik bagi peningkatan pertahanan siber di Indonesia.
Kegiatan seminar ini dapat dilanjutkan dengan diskusi maupun kegiatan informal lainnya dalam upaya meningkatkan kemampuan keahlian umum tentang strategi implementasi National Cyber Defence, yang tentunya selalu akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi.
“Seminar ini merupakan salah satu wadah yang sangat strategis dalam melandasi pembangunan kebijakan pertahanan negara dalam mewujudkan sistem pertahanan siber yang kokoh guna menangkal dan menanggulangi segala ancaman siber”, jelasnya.
Cyber Defence Seminar Phase II ini diikuti perserta dari dari Kemhan, Mabes TNI dan Angkatan serta instansi terkait lainnya. Selama empat hari, para peserta seminar telah dibekali banyak pengetahuan berharga tentang cyber security, cyber conflict, cyber warfare,norma-norma dalam cyberspace, ancaman siber dan indikator ancaman siber serta pembelajaran dalam penanggulangan ancaman siber.
Selain mengikuti penjelasan dari para instruktur dariNaval Postgraduate School, para peserta juga mengikuti ALCPT tes dan questioner tentang Cyber Securitysebagai dasar untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.
Personel-personel yang telah mengikuti pelatihan secara bertingkat dan berlanjut ini diharapkan menjadi embrio dari personel-personel pengawak organisasi Pusat Pertahanan Siber, yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian regulasi kelembagaannya.








Sumber : DMC Kemhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar