Jumat, 16 Januari 2015

Rusia Siap Kembang Kerjasama Teknik Militer Dengan Indonesia di Tahun 2015



Jakarta (MI) : Pemerintah Rusia melalui Duta Besar yang berada di Indonesia, mengatakan ditahun 2015 pihak Rusia siap untuk meneruskan pengembangan kerjasama bidang teknik militer dan bidang pertahanan dengan pemerintah Indonesia.

Dubes Rusia juga berharap hubungan kerjasama militer dan pertahanan yang telah tercapai ditahun lalu akan menjadi fondasi yang baik untuk perkembangan di tahun selanjutnya.  

Demikian dikatakan Duta Besar Rusia untuk Indonesia M.Y.Galuzin saat bertemu dengan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Kamis (15/01) di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Putusan kesiapan pihak Rusia tersebut merupakan tindak lanjut atas kesepakatan yang telah dicapai antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden Rusia,  Vladimir Putin disela-sela pertemuan APEC tahun 2014 lalu. Adapun salah satu kesepakatannya adalah perkuat hubungan teknik militer dan kerjasama di bidang pertahanan diantara kedua negara.

Pembicaraan kerjasama teknik militer ini juga sempat dibicarakan antara Presiden Joko Widodo dengan Direktur Jenderal Rosoboront Eksport dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia pada tanggal 8 Desember 2014. Pada kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo membenarkan adanya minat dari Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kerjasama teknik militer dengan pihak Rusia.

Lebih lanjut Dubes Rusia menjelaskan bahwa pihak Rusia bersedia untuk meneruskan kerjasama terhadap proyek-proyek yang mempunyai prospek besar berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai kedua belah pihak.

Ditambahkan Dubes Rusia pihaknya siap untuk meneruskan dan memulai kerjasama dibidang pengadaan beberapa alutsista seperti pesawat tempur multifungsi, jenis SU-35, Kapal Selam Kelas 636. Disamping itu berbagai jenis peralatan untuk Angkatan Darat jenis Panser, Helikopter MI-17, MI-35 dan K-25, kendaraan berat BMP 3 F dan jenis alutsista lain.

Tidak hanya itu, Pemerintah Rusia  juga akan siap mengembangkan kerjasama di bidang industri pertahanan, diantaranya untuk pelaksanaan proses Transfer of Technology, mengadakan Join Production menghasilkan bersama untuk suku cadang berbagai jenis alutsista, mengembangkan skema Offset termasuk juga didirikannya service center.

Oleh karena itu pihaknya kata Dubes Rusia siap menerima kunjungan dari beberapa pejabat militer dan pertahanan dari Indonesia seperti kunjungan KASAL dan KASAU ke Rusia untuk melihat langsung pesawat tempur jenis SU-35 dan kapal selam 636.

Pada kesempatan pertemuan itu, Menhan mengatakan apa yang menjadi harapan dari pihak Rusia adalah keinginan yang sama bagi pihak Indonesia untuk bisa mengembangkan kerjasama teknik militer dengan pihak Rusia.

“ Dari Presiden terdahulu hingga Presiden Rusia yang sekarang Indonesia dengan Rusia menjalin hubungan kerjasama militer, dan kedepannya diharapkan makin meningkat,” Ungkap Menhan.

Menhan juga menyampaikan ketertarikannya akan pengadaan pesawat yang mampu mendarat di permukaan air atau laut (Amphibius Aircraft). Keinginan Menhan ini terkait dengan kebijakan Presiden RI Jokowi yang memberikan perhatiannya terhadap hal kemaritiman. Menurut Menhan pesawat ini berguna untuk melaksanakan patroli terhadap pencurian ikan di laut dan bisa digunakan untuk membantu operasi pencarian kecelakaan jatuhnya pesawat di laut.

“ Karena Presiden kita concern terhadap hal maritim, saya tertarik akan pesawat yang bisa mendarat di Air. Nanti berguna untuk patroli dilaut terhadap pencurian ikan di laut dan bisa digunakan untuk membantu pencarian kecelakaan jatuhnya pesawat di laut.” Kata Menhan.










Sumber : DMC Kemhan

5 komentar:

  1. Saya selalu menegaskan bahwa: kerjasama teknik atau ToT itu harusnya tidak di artikan kita berharap negara partner akan mengajarkan bagaimana membuat sesuatu dan sangat berharap mereka full support seperti guru les.

    Saya sudah banyak kerjasama dengan pihak barat, budaya mereka tidak seperti itu. Budaya mereka adalah ini barangnya, referensinya (kalau ada sudah bagus dikasih) seperti ini silakan kerjakan bagian anda saya kerjakan bagian saya as per contract. Orang korea juga sama, jepang juga.. memang kita adalah bangsa yang terlalu baik

    BalasHapus
  2. Udah banyak dana APBN belum ditambah penjualan gedung BUMN, pemerintahan jokowi benar-benar mengecewakan rakyat yang memilihnya karena selain aset yang dijual bahkan memilih calon tunggal kapolri yang sudah ditetapkan Sbg tersangka oleh KPK, sangat disesalkan sikap seorang kepala negara spt ini seharusnya aset milik negara harus bertambah dan bertambah begitu juga dengan perusahaan BUMN yang slalu merugi dan menyensarakan rakyat spt Pertamina dan PLN yg slalu menaikan harga LPG dan TDL (tarif daya listrik) termasuk gubernur Ahok yg melarang motor melintas dikawasan Thamrin sungguh pemimpin yg tidak berpihak kpd kepentingan dan menyensarakan Rakyat

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Siap2 pemerintahan Jokowi menyewa kapal selam nuklir Rusia utk membom para pencuri ikan di laut Indonesia, kapal selam nuklir 2 biji aja ndak usah banyak2 biar para pencuri kroyokan dr negara2 tetangga macam2 dibom dan sbg pembelajaran buat TNI AL dimana PT Pal sedang buat kapal selam sendiri dg rasa Nuklir Indonesia ....he........he........ngeri2 sedaaaaaappppp........

    BalasHapus