Selasa, 13 Januari 2015

Malam Ini Manusia Perahu Digiring ke Perbatasan Laut

Malam Ini Manusia Perahu Digiring ke Perbatasan Laut

TRIBTANJUNG REDEB (MI) : Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau bersama Kementerian Luar Negeri memulangkan 677 manusia perahu. Manusia perahu yang telah ditampung di Lapangan Bulalung sejak 16 November lalu itu akan dilepas ke perbatasan laut pada pukul Selasa (13/1/2015) pukul 22.00.

Namun hinga berita ini dibuat, tak satupun pejabat Pemkab Berau maupun aparat keamanan dari kepolisan dan TNI yang bersedia membeberkan teknis cara pemulangannya, termasuk Bupati Berau, Makmur HAPK.
Makmur hanya terdiam saat ditanya Tribun mengenai rencana pemulangan tersebut. Demikian pula ditanya tentang teknis pemulangannya, Makmur hanya berkomentar singkat. "Besok kita akan rapat, tapi ini sifatnya tertutup, tidak ada ekspose untuk media," jawabnya saat ditemui seusai rapat paripurna, Senim (12/1/2015) kemarin.

Komandan Kodim Tanjung Reden Letkol Ahmad Hadi Al Jufri juga mengaku tak tahu-menahu tentang bagaimana ratusan manusia perahu itu dipulangkan. "Saya belum tahu soal itu, saya juga baru datang. Kalau TNI hanya mem-backup semua, termasuk pemulangan manusia perahu," ujarnya
Hadi juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengawal pemulangan manusia perahu tersebut. "Kami Polri akan mengawal bersama Pemkab Berau, tapi kalau bicara teknis saya sendiri belum tahu seperti apa," katanya lagi.

Dia menambahkan, hari ini pihaknya bersama Pemkab Berau akan menggelar rapat secara tertutup untuk membahas teknis pemulangan manusia perahu. "Soal teknisnya baru kita bahasa besok, yang jelas kami siap. Untuk pencegahan kita akan melakukan patroli. Tapi kalau bicara soal patroli laut, mungkin yang lebih berwenang adalah TNI Angkatan Laut," tandasnya.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun, ratusan manusia perahu itu akan dipulangkan melalui jalur laut. TNI Aangkatan Laut yang menentukan koordinat di mana manusia perahu tersebut dilepaskan.
"Jadi akan ada titik koordinat di mana perairan itu tidak termasuk wilayah negara manapun, setelah itu kita lepas dan mereka kita larang untuk kembali lagi," kata salah seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Masih menurut sumber tadi, manusia perahu tersebut akan dipulangkan dengan menggunakan kapal mereka sendiri. "Sudah ada beberapa kapal yang disiapkan, sudah diperbaiki sehingga layak untuk digunakan untuk menyeberangi lautan," ungkapnya.

Meski demikian, tidak semua perahu milik mereka dikembalikan, hanya perahu yang layak digunakan saja, sisanya hingga saat ini masih ditambatkan di dermaga Tanjung Batu. Demikian juga dengan alat tangkap ikan milik manusia perahu, juga disita. Sumber tadi juga memastikan, manusia perahu tersebut dibekali dengan logistik yang mencukupi selama beberapa hari.

Sebelumnya pada Minggu (11/1/2015), Wagub Kaltim Mukmin Faisyal memastikan pemulangan manusia perahu yang sempat beberapa kali tertunda itu pada Selasa (13/1) dengan menggunakan kapal.
"Jadwal pemulangan Selasa (13/1/2015). Sekitar jam 10 malam. Kapal yang mengakut sudah siap semua," kata Mukmin.

Ia menjelaskan, kepastian jadwal pemulangan dilakukan setelah dilakukan verifikasi data manusia perahu dan komunikasi antar-negara.
Mukmin juga tidak mengetahui persis kapal yang mengangkut dan bagaimana teknis pemulangan mereka. Apakah akan diantar sampai ke daratan di Malaysia atau sampai
batas perairan negara lalu dijemput oleh kapal dari negara tetangga.

"Yang pasti, kami, Bupati Berau, dan perwakilan beberapa Kementerian akan datang menyelesaikan proses pemulangan manusia perahu asal Malaysia itu," ucapnya.
Sedang terkait 88 manusia perahu asal Filipina, menurutnya sudah dipulangkan pekan lalu.
Dalam kesempatan itu pihaknya juga akan mencairkan dana tanggap darurat sebesar Rp 1,5 miliar ke Berau untuk dana pemulangan tersebut.










Sumber :  TRIBUNEWS

4 komentar:

  1. mudah2'an ga lepas gitu aja, mereka juga manusia yg punya hak untuk hidup ..

    BalasHapus
  2. Mereka juga manusia yang sudah diusir dan diusir lagi, diantara mereka banyak yang bercita-cita tinggi dan berniat berhati baik tapi terkadang niat dan hatinya selalu dianggap jahat sehingga timbul dendam dan cita-cita sudah terabaikan dengan berbuat jahat, siapa yang disalahkan apakah pemerintah atau oknumnya yang slalu menghalangi dan tidak memperhatikan. Apa jawaban anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu mas ajuin aja kepemerintah siap menampung dan mananggung mereka , lah...rakyat sendiri aja masih kelaparan ,sibuk urus bangsa lain...basa basi...

      Hapus
  3. Informasi lebih jelas silahkan anda kirim pertanyaan melalui email ke : 085736927001.ku@gmail.com

    www.pembuatanijazahpalsu.blogspot.com

    www.pembuatanijazah.blogspot.com

    www.solusiijazahanda.blogspot.com

    www.ijazahlegal.blogspot.com

    BalasHapus