Minggu, 14 Desember 2014

TNI Terjunkan 499 Prajurit di Bencana Tanah Longsor Banjarnegara

Sejumlah personel SAR dan TAGANA mengevakuasi korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jateng, Sabtu (13/12).

Banjarnegara (MI) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerjunkan kurang lebih 499 prajurit untuk mengevakuasi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12).

Para prajurit TNI tersebut berasal dari beberapa kesatuan yang ada di wilayah Jawa Tengah. Kesatuan tersebut antara lain 277 prajurit Kodim 0704/Bna, 20 prajurit Korem 071/Wjk, 60 prajurit Kodim 0701/Bms, 31 prajurit Kodim 0702/Pbl, 45 prajurit Yonif 406/CK, 44 prajurit Yonif 407/PK, 25 prajurit Kopassus, 20 prajurit Denbekang IV-44-01, 12 prajurit Denkesyah Pwk, 5 prajurit Denhubrem 071, 8 prajurit Denpom Pwk dan 2 prajurit Denzibang Pwk.

Berdasarkan siara pers Puspen TNI, Minggu (14/12), para prajurit TNI yang melaksanakan misi sosial tersebut telah berada di lokasi semenjak Sabtu (13/12) pagi. Mereka bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya terus berupaya mencari kurang lebih 90 warga masyarakat yang hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, dari hasil pemantauan para prajurit di lapangan hingga Sabtu malam jasad korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 18 orang. Mereka juga terus melakukan pendataan warga masyarakat setempat untuk memastikan berapa jumlah warga yang menjadi korban tanah longsor di Banjarnegara, Jateng, tersebut.

Mengingat medan yang begitu berat dan tanah di lokasi kejadian yang mudah longsor disertai dengan hujan yang masih terus menguyur sehingga sangat dimungkinkan rawan adanya pergerakan tanah susulan. Oleh karena itu, diperlukan tenaga yang terlatih dan kehadiran para prajurit TNI di lokasi kejadian diharapkan dapat membantu dan mempercepat proses evakuasi para korban yang hingga saat ini belum ditemukan.

Selain mencari korban, para prajurit TNI juga mendirikan tenda lapangan yang dilengkapi dengan tenaga medis dan mendirikan dapur umum untuk para pengungsi, serta prajurit yang terlatih menghadapi medan yang berat. Para prajurit TNI telah siap untuk memberikan layanan terbaik bagi warga yang menjadi korban tanah longsor di Banjarnegara Jateng.

Kehadiran TNI dalam membantu evakuasi korban tanah longsor ini sesuai dengan UU Nomor 34 tahun 2004 tentang tugas TNI yaitu Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu OMSP adalah membantu bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor.











Sumber : Beritasatu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar