Thursday, November 7, 2013

Cegah Penyadapan, RI Kaji Kerjasama Intelijen dengan AS

 Menlu RI Marty Natalegawa (kiri)

Nusa Dua (MI) : Pemerintah akan mengkaji kerja sama pertukaran informasi dan intelijen dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia. Dua negara ini sebelumnya, diberitakan melancarkan aksi spionase dengan menyadap Indonesia. 

"Mereka (AS dan Australia) tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal pemberitaan tersebut," ungkap Marty di sela pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) ke-6 di Nusa Dua, Bali, Kamis 7 November 2013.

Marty berharap dengan kerjasama pertukaran informasi ini, ke depan tidak ada lagi penyadapan atau tindakan lainnya yang mengingkari semangat persahabatan antarnegara. 

Dalam waktu dekat, imbuhnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) akan bertemu perwakilan AS untuk membahas soal aksi penyadapan. "Yang penting dan perlu kita tegaskan dari negara-negara ini, tidak boleh ada tindakan yang tidak selaras dengan semangat persahabatan," tegas Marty. 

Kalaupun kedua negara tetap mengumpulkan informasi melalui cara ilegal --meski sudah ada kerjasama tersebut-- Indonesia tak segan untuk mempertanyakannya. "Apa dan bagaimana (penyadapan itu)," kata Marty. 

Marty menilai, sikap tegas Indonesia wajar karena penyadapan tidak selaras dengan semangat persahabatan yang sejak lama digaungkan. "Yang paling terganggu dari semua proses ini adalah rasa saling percaya," jelasnya. 

Marty mengimbau agar negara-negara yang diberitakan menyadap Indonesia, mengupayakan segala cara untuk menciptakan suasana saling percaya.




Sumber : VIVAnews

No comments:

Post a Comment