Monday, November 4, 2013

Apel Gabungan Korpaskhas



Bandung (MI) : Pada awal bulan Oktober para prajurit Paskhas ikut terlibat dalam berbagai kegiatan parade dan defile, demo udara (terjun free fall) serta demo darat (kolone senapan dan senam balok) dalam rangka peringatan HUT ke-68 TNI. Komandan satuan beserta prajurit Paskhas telah menunjukkan keseriusannya dalam perayaan hut tersebut, kesemuanya itu terlihat dari hasil yang positif dan optimal yang telah diperoleh. Apa yang telah ditunjukkan selama kegiatan tersebut, pimpinan TNI menilai positif sekaligus memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah, pada saat menjadi inspektur Apel pada saat pelaksanaan Apel Gabungan Korpaskhas, yang dilaksanakan di Lapangan Merah, Markas Komando Korpaskhas, Margahayu, Lanud Sulaiman, Bandung, Senin (04/11).

Dankorpaskhas menyampaikan ucapan terima keterlibatan para perwira dan prajurit Paskhas dalam pelaksanaan latihan Latihan TNI Angkatan Udara Angkasa Yudha tahun 2013. Mulai pada tingkat pelaksanaan geladi posko sampai dengan maneuver lapangan, semua dapat berjalan sesuai dengan harapan. Diharapkan keterlibatan Korpaskhas dalam latihan tersebut dapat dijadikan bahan masukan sekaligus bahan evaluasi untuk ditingkatkan dalam keterlibatannya pada latihan akan datang.

Dankorpaskhas mengingatkan, tanggal 17 oktober 2013 Korpaskhas merayakan hari jadinya ke-66 dan validasi organisasi Korpaskhas, diusia ke-66 tahun menurut ukuran hidup manusia telah berada pada tingkat kedewasaan yang cukup matang dalam memikul beban tugas yang akan diemban, harus diakui bahwa selaku alat negara dibidang pertahanan Korpaskhas harus tetap eksis sebagai suatu kekuatan dalam mempertahankan keutuhan NKRI, karena TNI adalah merupakan Garda terdepan dan Benteng terakhir bagi bangsa indonesia dalam mempertahankan keutuhan wilayahnya dari Sabang sampai Merauke.

Untuk melanjutkan perjuangan para pelopor yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan serta semangat yang telah ditunjukkan, para generasi penrus Paskhas jangan sampai luntur begitu saja, Semangat patriotisme harus menyertai setiap langkah seluruh prajurit Paskhas harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari sesuai bidang profesinya masing-masing. Tutur Dankorpaskhas.

Pengangkatan Panglima TNI, Kasad dan Kasal pada tanggal 16 Oktober lalu, menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas pengangkatan warga kehormatan tersebut. Menurut panglima TNI ada dua esensi moral dari kegiatan tersebut, kembali Dankorpaskhas mengingatkan,

Pertama, selaku Pimpinan TNI, pengangkatan menjadi warga kehormatan Korpaskhas ini adalah kehormatan untuk membawa TNI kepuncak prestasi yang lebih baik, khususnya Korpaskhas, melebihi prestasi yang dicapai sebelumnya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Kedua, bagi Korpaskhas, pengangkatan ini adalah pesan moral untuk tidak mereduksi kehormatan yang diberikan oleh perilaku ego sektoral, jiwa korsa sempit dan sikap-sikap primitif lainnya, yang dapat merusak kehormatan TNI, kehormatan Pimpinan TNI dan kehormatan Korps Paskhas sendiri.

Panglima menyampaikan kedua esensi moral tersebut merupakan hal yang sangat fundamental yang harus melekat pada setiap prajurit dalam upaya menjadikan TNI yang profesional, militan dan solid, serta merupakan modal dalam membangun kekuatan kerakyatan, sebagaimana moto “bersama rakyat TNI kuat”. Tegas Dankorpaskhas.

Lebih Lanjut Dankorpaskhas mengutip sambutan Panglima TNI, guna mewujudkan upaya tersebut, mulai sepertiga tahun anggaran 2013 hingga dua pertiga tahun anggaran 2014, sebagai sasaran jangka pendek, kita akan melakukan penyempurnaan dan penguatan 4 sektor pokok, guna mendongkrak kinerja TNI dalam pelaksanaan tugas, Pertama, mengeliminasi kebijakan, perilaku, sikap dan tindakan yang cenderung ego sektoral. Kedua, membangun kemampuan TNI berdasarkan interoperability based capacity. Dalam kaitan ini, saya tekankan bahwa interoperability tidak didefinisikan secara sempit hanya pada substansi kecil, misalnya hanya pada sektor komunikasi elektronik. Namun interoperability harus didefinisikan secara makro dalam konteks TNI sebagai suatu sistem keamanan negara, baik pada konteks interoperability di bidang administrasi maupun operasional, sehingga dapat dihindari adanya mis-persepsi dan mis-aksi antara kebutuhan administrasi dan kebutuhan operasional.

Ketiga, penguatan bais TNI menuju penguatan kebutuhan intelijen trimatra terpadu, baik kebutuhan intelijen darat dan intelijen kemaritiman, maupun intelijen udara, termasuk kebutuhan intelijen dalam pembinaan sosial kemasyarakatan, guna mendukung kebutuhan operasional satuan di jajaran TNI. Kita ingin mengembalikan kedigdayaan intelijen TNI di tengah paradigma yang berkembang saat ini. Keempat, penguatan kodiklat TNI agar menjadi sumber dalam peletakan dasar-dasar pendidikan dan latihan di jajaran TNI, yang berorientasi pada trimatra interoperability based capacity, serta penguatan kultur TNI, yang berjatidiri tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, yang searah dengan reformasi internal TNI.

Dankorpaskhas menyampaikan harapan Panglima TNI kepada seluruh prajurit Paskhas khususnya, untuk mengambil peran dan porsi dari keempat substansi jangka pendek yang akan kita bangun. Paling tidak substansi pertama dan kedua yang bersifat general bagi semua satuan di jajaran TNI secara bertahap dapat terwujud, bangun komunikasi dua arah antar perwira dan segenap prajurit, sehingga dapat diserap segala inspirasi dan pemikiran-pemikiran cerdas dalam mewujudkan keempat sasaran jangka pendek yang saya sampaikan.

Komunikasi dua arah yang dibangun, dapat mengeliminasi perilaku dan sikap primitif prajurit, yang dapat menurunkan kredibilitas TNI, serta mengeliminasi perilaku yang dapat menggangu ketenteraman serta keamanan masyarakat. Demikianlah harapan Panglima TNI terhadap satuan Korpaskhas, agar hal tersebut menjadi perhatian kita bersama dalam membangun Korpaskhas lebih baik lagi kedepan. Lanjutnya.

Dankorpaskhas perintahkan, berkaitan dengan tingkat pelanggaran pidana maupun pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh oknum prajurit Paskhas, diharapkan kepada para komandan satuan jajaran Paskhas menjadikan pelanggaran ini sebagai bahan evaluasi untuk menekan tingkat pelanggaran yang dilakukan anggota dan lebih meningkatkan pengawasan melekat agar tidak terjadi lagi di satuan Paskhas khususnya, anggota/prajurit Paskhas.

Apel bulanan pada hakekatnya merupakan tradisi Korpaskhas secara moral bertujuan memupuk dan menumbuh kembangkan semangat jiwa korsa sebagai ciri khas serta nafas kehidupan prajurit TNI yang senantiasa dijadikan tradisi. para prajurit Korpaskhas dan PNS secara sadar sekaligus memahami dan meneladani pesan yang disampaikan demi meningkatkan kualitas kerja, motivasi, inovasi, dedikasi, serta pengabdian prajurit Paskhas kepada negara dan bangsa melalui TNI Angkatan Udara. Jelas Dankorpaskhas.





Sumber : TNI AU

No comments:

Post a Comment