Saturday, November 23, 2013

Australia Ikut Diundang, TNI AL Gelar Latihan di Natuna Maret 2014


Jakarta (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bekerja sama dengan Mare Nostrum Indonesia akan menggelar latihan Naval Multilateral dan Indonesia International Maritime Festival di Kepulauan Anambas, Batam dan Natuna pada 22 Maret-6 April 2014 mendatang.

Kegiatan ini akan melibatkan 18 negara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Myanmar, India, Philipina, Singapura, Vietnam, Laos, Australia, Selandia Baru, Cina, Rusia, Korea Selatan, dan USA.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kepulauan Anambas, Letkol Agung Jaya Santika mengatakan latihan Naval Multilateral ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dengan negara-negara lain guna terciptanya kehormonisan antar negara-negara yang terlibat.

"Pada prinsipnya ingin membuat Indonesia punya latihan multilateral. Bukan hanya sekedar kebutuhan AL, tapi internasional, kalau semua negara berlatih, maka akan tercipta keharmonisan," ujar Agung di Tarempa, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (22/10).

Dalam latihan tersebut, lanjut Agung, skenario bencana yang akan dilakukan adalah adanya dua kapal Liquid Natural Gas yang berbenturan sehingga menciptakan ledakan dan gelombang luar biasa dan berdampak pada keselamatan masyarakat sekitar.

"Musim utara itu sangat rawan, skenarionya saya buat, ada dua kapal LNG berbenturan sehingga menyebabkan tabrakan menghasilkan gelombang yang terkena masyarakat (Anambas) dan Natuna. Menyelamatkan masyarakat disini, dia latihannya bagaimana masuk hospital, evakuasi dan lainnya," ujarnya.

Meskipun telah ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Agung, latihan multilateral ini ingin menyiapkan TNI AL agar lebih siap dalam menghadapi bencana jika terjadi suatu waktu dalam keadaan darurat.

 "AL Melatih diri sendiri agar lebih mantap. Kalau ada bantuan asing, keributan tidak terjadi lagi di BNPB, Bea Cukai. Dan kita bisa menyaring seperti obat-obat yang ternyata kadaluarsa, nah kita bisa menyaring itu sebelum masuk ke Depertemen Kesehatan," katanya.

Rencananya, kata Agung, kegiatan latihan bersama yang baru pertama kali digelar ini akan diadakan dua tahun sekali dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah.

"kita mengambil ikon komodo karena termasuk salah satu keajaiban dunia, kita akan lakukan dua tahun sekali, tuan rumahnya tetap Indonesia," ujarnya

Agung menyatakan, TNI AL menggandeng pihak swasta yaitu Mare Nostrum Indonesia guna mensinergikan antara sipil dan militer. "Untuk mensinergikan sipil dengan militer, Maka dibutuhkan pendamping," katanya.

Sementara itu, Jimmy Basuki, Koordinator Indonesia Internasional Maritime Festival menjelaskan latihan naval multilateral dibarengi dengan festival maritime bertujuan agar memiliki unsur ekonomi jangka panjang.

"Supaya kita bisa punya benefit ekonomi, negara lain juga, produk martim mereka bisa dipromote, seperti Bidang transportasi maritim, aupdate teknologi maritim," ujar Jimmy di Kepulauan Anambas, Sabtu (23/10).

Untuk kegiatan di Kepulauan Anambas, lanjut Jimmi, selain multilateral naval exercise yang digelar dalam bentuk medical civic action program dan enginering civic action program, juga akan diadakan juga Fun Bike dan dan entertainment.

"Kalau Batam, latihan kering, melakukan simulasi kering atau table top exercise, dan juga Internasional maritime treatlon, seperti di Dubai, lebih menarik dari dubai tracknya, Dubai itu menarik karena fasilitasnya," ujarnya

Menurut Jimmy, Dengan adanya festival Maritime ini diharapkan juga dapat mengembangkan dan mempromosikan bidang pariwisata khususnya di Kepulauan Anambas yang memiliki pulau-pulau indah dan kekayaan alam bawah laut yang luar biasa.

"(Pariwisata) Itu udah include, karena Pariwisata tidak akan jalan tanpa transportasi yang aman dan nyaman. Jadi berharap bisa menarik investasi untuk memajukan pariwisata," ujar Manager Mare Nostrum Indonesia ini 



Sumber : Detik

No comments:

Post a Comment