Rabu, 29 Januari 2014

PASKHAS Latihan Terjun Penyeranagn di Lanud ABD


Malang (MI) : Profesional dalam bidangnya dan militan adalah tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap prajurit Paskhas. Hal ini selaras dengan tuntutan bahwa setiap Prajurit Paskhas harus siap siaga dalam situasi apapun sehingga apabila dibutuhkan oleh negara sewaktu-waktu sudah mempunyai kesiapan yang tinggi dan mempunyai pergerakan yang cepat pula untuk membela NKRI dari ancaman yang datang. Oleh karena itu, prajurit Paskhas harus mampu memelihara profesionalisme dan sikap militansi. Kondisi ini dapat tercapai apabila dilakukan latihan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan pada seluruh prajurit. 

Untuk mencapai tingkat profesionalisme yang tinggi tersebut maka hari ini Selasa (28/1) Batalyon Komando 464 Paskhas dan Detasemen Matra 2 Paskhas Wing 2 Paskhasau melakukan latihan rutin penerjunan statik yang diikuti oleh 224 orang prajurit. Selain penerjunan statik, dilakukan pula penerjunan free fall yang diikuti oleh 71 orang prajurit gabungan dan Fasida, masing-masing berasal dari prajurit Detasemen Matra 2 Paskhas, Batalyon Komando 464 Paskhas, 3 orang penerjun Fasida dari Solo, satu orang berasal dari Fasi Menado dan 8 orang Wanita Angkatan Udara (Wara). Sebelum melakukan penerjunan, terlebih dahulu para penerjun menjalani pemeriksaan peralatan yang dilakukan oleh seorang Jumping Master. 

Penerjunan tersebut dilaksanakan sebanyak 5 sorties dengan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet untuk terjun statik dan 5000 feet untuk terjun free fall.. Sorty pertama dilaksanakan tepat pukul 06.00 Wib. Tiga puluh menit kemudian dilanjutkan dengan sorty kedua dan seterusnya. Penerjunan menggunakan pesawat Hercules dengan nomor seri 1316 dipiloti oleh Mayor Pnb Subhan Perwira Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh yang juga menjabat sebagai Kasi Baseops Lanud Abd. Pasukan berangkat dari Tititk Muat Lanud Abd Saleh yang dilaksanakan pada pagi hari dengan cuaca yang begitu cerah sehingga pelaksanaan latihan dapat dilaksanakan dengan lancar, aman dan selamat. 

Dalam latihan ini, faktor lambangja tetap menjadi persyaratan utama bagi para penerjun. Para penerjun harus memperhatikan keselamatan diri sendiri dan perlengkapan perorangan yang dibawa, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan. Disisi lain, latihan terjun ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapan Prajurit Paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara. Latihan Terjun Penyegaran (Jungar) tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh Prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi.




Sumber : TNI AU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar