Selasa, 28 Januari 2014

Komandan PMPP TNI Bertemu Pimpinan PBB di Haiti

Komandan PMPP TNI Bertemu Pimpinan PBB di Haiti

JAKARTA (MI) : Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI A.M Putranto didampingi Deputy Military Advisor of PTRI Letkol Chb Iroth Sonny Edhie, Second Secretary Politic Affairs PTRI Yvonne Wawengkang dan Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXII-C/MINUSTAH.
Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti), Mayor Czi Alfius Navirinda Krisdinanto melakukan pertemuan dengan pimpinan tertinggi Misi PBB di Haiti, Sandra Honore yang merupakan Special Representative of the Secretary General (SRSG) PBB di Port au Prince, Haiti, Senin pagi (27/1/2014).

Dalam pertemuan singkat tersebut, Sandra Honore yang mulai memimpin MINUSTAH sejak Juli 2013 setelah sebelumnya bertugas sebagai Dubes negara Trinidad dan Tobago di Costa Rica menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi serta penghargaan atas kerja keras, dedikasi dan prestasi yang telah ditunjukkan oleh satuan Zeni TNI yaitu Indonesia Engineering Company, dalam membantu MINUSTAH untuk melaksanakan mandat PBB terhadap negara dan masyarakat Haiti pasca gempa hebat berkekuatan 7 skala richter yang melumpuhkan seluruh fasilitas negara Haiti dan menewaskan lebih dari 200.000 jiwa pada Tahun 2010 lalu.



Komandan PMPP TNI Bertemu Pimpinan Tertinggi Misi PBB di Haiti


Lebih lanjut Sandra Honore mengatakan bahwa kiprah Pasukan Perdamaian dari Indonesia di MINUSTAH yang saat ini telah dilakukan oleh Kontingen ketiga, memiliki kontribusi yang sangat penting.
SRSG menyampaikan diantara prestasi yang telah ditorehkan para Prajurit  Garuda diantaranya membuka akses jalan sepanjang 47 km di Port de Paix, kemudian pembangunan 6 jembatan di Wilayah Artibonite serta pembersihan kanal sepanjang 5,4 Km di Gonaives yang berlangsung hingga saat ini.

Saat ini SRSG juga memonitor bahwa Indoengcoy sedang melakukan penyiapan lahan bagi Camp MINUSTAH di Quartier Morin dan pembangunan Rumah Sakit Phisiotherapy di Cap Haitien.
Disamping itu, setiap minggu Indoengcoy melakukan kegiatan CIMIC Civil Military Cooperation) berupa bantuan penyediaan air bersih, english class dan pengobatan gratis bagi rakyat Haiti disekitar Indoengcoy berada.

Sementara itu, Komandan PMPP TNI Brigjen TNI A.M Putranto pada kesempatan pertemuan tersebut menyampaikan bahwa, Indonesia telah sejak lama ikut berpartisipasi dalam upaya ikut serta menciptakan perdamaian dunia dengan berkontribusi sebagai Pasukan Perdamaian Dunia (Peacekeeping) dibawah bendera PBB, dimana pada tahun 1957 Kontingen Garuda I berangkat menuju Mesir sebagai awal terlibatnya Indonesia sebagai Pasukan Perdamaian PBB.
“Saat ini jumlah total prajurit TNI yang terlibat dalam berbagai misi PBB berjumlah 1573 orang yang tersebar dalam 8 misi diseluruh dunia, dengan tugas dan perannya masing-masing,” ujarnya.

Khusus berkaitan dengan keberadaan prajurit Indoengcoy di MINUSTAH, Komandan PMPP TNI membicarakan tentang rencana Downsizing, dimana Indoengcoy akan mengakhiri misi di MINUSTAH dan akan beralih ke misi berikutnya. Dalam kesempatan itu juga Komandan PMPP TNI menyarankan kepada SRSG, untuk memberikan penundaan End of Mission terhadap Indoengcoy agar maksimal dalam pelaksanaan persiapan terkait peralihan misi.
Sumber :  TRIBUNNEWS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar