Kamis, 04 Desember 2014

TNI AL Tenggelamkan Tiga Kapal Asing Pencuri Ikan

Kapal Vietnam yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal



Jakarta (MI) : TNI Angkatan Laut hari ini akan melakukan penembakan dan menenggelamkan tiga kapal asing pencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Eksekusi kapal asal Vietnam itu atas dasar perintah Presiden Joko Widodo.

"TNI AL akan merealisasikan perintah Presiden (menenggelamkan kapal asing pencuri ikan) dengan operasi laut dan tindakan tegas terhadap kapal-kapal illegal fishing berupa penembakan dan penenggelaman," kata  Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, Kepala Dinas Penerangan TNI AL.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio menyatakan, TNI AL tidak segan-segan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melanggar ketentuan hukum di wilayah perairan Indonesia.

"Kami berkomitemen bahwa tidak ada kompromi dengan pelanggaran hukum, apalagi kolaborasi. Bila menyangkut kedaulatan negara dan kewibawaan bangsa sudah diganggu, tidak ada tawar-menawar lagi," tegasnya.

Manahan menuturkan, sebelumnya pada akhir Januari 2003 lalu TNI AL pernah juga menenggelamkan empat kapal ikan Filipina yang beroperasi ilegal di perairan Sulawesi. Kapal itu ditembak dan ditenggelamkan oleh KRI Untung Suropati-872.

TNI AL juga menenggelamkan kapal ikan KM Mina Bhakti berbendera Thailand yang beroperasi secara ilegal di perairan Anambas, Riau pada pertengahan April 2003. Yang menjadi eksekutor adalah KRI Todak-803, setelah sebelumnya ABK kapal itu dievakuasi ke KRI Todak-631.

Kemudian KRI Cut Nyakdien-375 dan KRI Anakonda 868 juga menembak dua kapal ikan asing asal Thailand yang menangkap ikan secara ilegal di perairan selat Gelasa, Bangka Blitung, 24 Oktober 2003.














Sumber :  VIVAnews

2 komentar:

  1. gak papa di media ditenggelamkan...... lebih bagus dan bermanfaat lagi kapal rampasan ditaruh di pulau terluar untuk dipakai nelayan lokal yg kapalnya rusak.... hidupkan pulau terluar meskipun sangat kecil.... minimal tempat untuk persinggahan nelayan lokal, patroli TNI AL atau juga tempat pariwisata bahari.... malulah sama singapore lihat,,, hasil reklamasinya lngsung jadi pusat bisnis padahal pasirnya dari indo/pulo nipah

    BalasHapus
  2. Sebaiknya kapal yang melanggar disita dan dikasihkan ke nelayan yang berdomisli dipulau pulau terluar yang dekat ditempat penangkapan ikan atau dijual dengan harga murah kepada nelayan tersebut kecuali kapal yang sudah melanggar dan akan melarikan diri sitenggelamkan dengan awak-awaknya.

    BalasHapus