Jumat, 05 Desember 2014

Pangarmatim dan Pangarmabar Jadi Warga Kehormatan Hiu Kencana


Surabaya (MI) : Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring dan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Widodo diangkat menjadi warga kehormatan Hiu Kencana setelah menerima brevet kapal selam. Brevet kapal selam tersebut  disematkan oleh Asops Kasal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E di dalam KRI Nanggala-402 yang sedang berlayar di perairan Selat Madura, Jawa Timur, Kamis (4/12/2014).

Turut dalam pelayaran tersebut Komandan Satuan Kapal Selam Koarmatim Kolonel Laut (P) Purwanto. Kedua pejabat tinggi TNI AL tersebut melaksanakan peran berlayar dan bertempur di kapal selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi, salah satu diantaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Usai melaksanakan pelayaran, selanjutnya Pangarmatim dan Pangarmabar diangkat sebagai warga kehormatan kapal selam TNI AL, yang ditandai dengan penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di dada sebelah kanan oleh Asops Kasal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E selaku inspektur upacara. Penyematan tersebut dilakukan dalam suatu upacara di dalam lambung kapal selam yang berlayar di perairan Selat Madura.

Upacara penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana yang diselenggarakan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari jajaran TNI Angkatan Laut kepada kedua pejabat tinggi tersebut, atas jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kapal selam merupakan salah satu Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) andalan bagi sebagian besar Angkatan Laut negara di dunia, khususnya yang mempunyai perairan laut dan kepentingan terhadap akses dan pengendalian maritim. Kepemilikan kapal selam oleh satu negara sangat bernilai strategis, karena merupakan instrumen kekuatan yang digunakan, di masa perang maupun masa damai.

Pada masa perang, kapal selam memiliki kemampuan menghindari deteksi dan menyerang dengan senyap untuk menghancurkan armada musuh, menyusup ke garis pertahanan dan memutuskan garis perhubungan laut lawan. Adapun pada masa damai, kehadiran kapal selam akan memberikan dampak penangkalan (deterrence effect) dan menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi tawar (bargaining position) negara di mata dunia. 











Sumber : TNI AL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar