Jumat, 05 Desember 2014

Kemhan Selaraskan Produk Strategis Hanneg Sesuai Visi dan Misi Pemerintah

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/172916sekjen-hadiri-hut-armed-2014.jpg

Bandung (MI) : Kementerian Pertahanan saat ini sedang melakukan penyelarasan produk-produk strategis pertahanan negara sebagai pedoman kebijakan pertahanan negara tahun 2015-2019. Kemhan bersama dengan Mabes TNI melakukan penyesuaian agar sesuai dengan visi dan misi pemerintah saat ini yang disebut sebagai Nawa Cita, sesuai dengan arahan Presiden dan konsep-konsep pertahanan negara yang telah disampaikan Menteri Pertahanan.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Ediwan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara Syukuran Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 Armed (Artileri Medan) TNI AD Tahun 2014, Kamis (4/4) di Pusat Pendidikan Armed, Bandung.
Lebih lanjut Sekjen Kemhan mengatakan bahwa seluruh program – program strategis  Kemhan yang telah lakukan pada periode pemerintahan sebelumnya telah dapat diterima oleh pemerintah Kabinet Kerja saat ini. Seluruh program – program strategis  Kemhan didukung oleh pemerintah dan akan terus dilanjutkan.

Saat ini,  Kemhan juga sedang menyiapkan lima sasaran besar di bidang pertahanan negara. Pertama, mewujudkan pertahanan negara yang mampu bersifat semesta dan dapat menghadapi ancaman militer, nir militer dan ancaman hibrida. Kedua, mewujudkan pertahanan negara yang mampu menunjang pada keamanan maritim dan keamanan wilayah perbatasan. Ketiga, mewujudkan konsep pertahanan negara yang mampu mewujudkan tugas negara sesuai konstitusi yaitu turut dalam ketertiban dan perdamaian dunia.

Keempat, mewujudkan pertahanan negara yang dapat bersinergi bersama – sama kementerian lembaga lainnya untuk membangun dan memberdayakan industri-industri pertahanan dalam negeri agar mampu mandiri dan memiliki daya saing. Kelima,  yaitu memberikan pembekalan dan mamantapkan kemampuan bela negara bagi seluruh warga negera Indonesia.

Untuk mewujudkan lima sasaran besar tersebut, Sekjen Kemhan menjelaskan bahwa Kemhan telah menyusun base line kebijakan pertahanan negara 2015-2019 yang meliputi;  Pertama adalah melanjutkan pembangunan MEF pada Renstra Kedua. Kedua penyiapan dan pembangunan pelibatan warga negara Indonesia dan Sumber Daya Nasional lainnya dalam upaya turut serta pembelaan negara.

Ketiga, membangun kekuatan keamanan maritim sesuai dengan konsep pengembangan poros maritim. Keempat, membangun penguatan pengamanan wilayah perbatasan terutama perbatasan darat sesuai dengan konsep perbatasan negara adalah halaman terdepan negara. Dan terakhir kelima, membangun kekuatan keamanan dirgantara sesuai dengan  pengembangan konsep drone.















Sumber : DMC Kemhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar