Jumat, 05 Desember 2014

PT DRU Larang Pers Liput Kegiatan Menhan

 http://www.saibumi.com/img_artikel/78alphard.jpg

Bandar Lampung (MI) : PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung, galangan kapal pembuat kapal perang KRI Teluk Bintuni 520, kini sangat tertutup. Pihak PT DRU bahkan melarang wartawan yang akan meliput kunjungan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat meninjau di galangan kapal perusahaan tersebut di Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara KM 12 Srengsem Panjang Bandar Lampung, Jumat 5 Desember 2014.

Sikap tertutup dan tidak bersahabat, memang sudah dimulai saat Saibumi.com dan Kompas.com ingin memasuki kawasan tersebut. Dengan alasan harus mendapat ijin dari petinggi perusahaan, pihak security berkeras melarang pers masuk lokasi.

"Harus dapat ijin dulu dari Pak Daniel selaku Kepala Humasnya Mba," kata Muhammad Ribut. Nomor ponsel Pak Daniel yang disebut berkali-kali dihubungi tidak ada balasan.
Ungkapan larangan bernada pelecehan pun, empat terungkap. "Pulang saja sih Mba, nggak ada amplopnya kok Menterinya datang," kata salah satu security yang berpakaian coklat dan menenteng handy talky.

Pihak security PT DRU bahkan sengaja ingin mengalihkan wartawan dengan menyatakan kedatangan Menhan ke situ masih belum pasti. "Menhannya jam 17.30 kok katanya kemari. Tapi itu 25 persen kemungkinan benar datang. Yang lebih besar kemungkinan jadi itu besok Mba, jam 8 pagi. Jadi mending besok saja Mba datangnya," lagi kata salah satu security berpakaian loreng memberikan informasi.
Padahal, informasi kedatangan Menhan ke PT DRU sudah diperoleh Saibumi dari Kepala Penerangan Korem 043 Garuda Hitam (Kapenrem) Mayor Inf CH Prabowo yang mengatakan Menhan sudah dalam perjalanan menuju PT DRU.

Menyikapi larangan itu, Kapenrem memberi solusi untuk masuk bersamaan. "Nanti masuknya sama saya saja Mba," katanya lewat SMS. Namun, menjelang Menhan masuk pagar utama, langkah ini pun dihalangi pihak security. "Koordinasi dulu kedalam yah Mba sebelum masuk. Ini acara Korem soalnya," kata security bertubuh gemuk itu.

Kapenrem yang sudah di halaman dalam untuk menunggu kami pun, tak digubris security. "Tunggu kami koordinasi dulu yah mba," jawabnya kembali memberi alasan sambil menggaruk kepalanya.
Rombongan Menhan akhirnya masuk dengan diawali mobil POMAL. Menhan menaiki Alphard hitam bernopol RI 22. Selama mobil-mobil rombongan lewati gerbang utama, kami tetap dilarang masuk. 

Kapenrem melihat kami tertahan dipintu pagar utama akhirnya langsung menghampiri kami. Bisa lewati pagar utama, kembali kami tertahan di pos security bagian dalam. "Tunggu sebentar yah Mba, kami koordinasi dulu dengan Lanal. Soalnya nama mba tidak ada tertera didalam list wartawan yang diserahkan Lanal (Pangkalan AL Panjang)," kembali salah satu security beri alasan.

Langsung saibumi.com acungkan ponsel kehadapannya dan menekan no ponsel Komandan Pangkalan AL (Danlanal) Kol Laut (P) Suharto dan selama percakapan dengan Danlanal dilakukan lewat speaker. Muka security itu sempat kaget dan langsung pergi begitu pembicaraan berakhir. "Saya koordinasi dulu ke para petinggi DRU nya yah Mba," kembali lagi security lain beri alasan. Gelagat tak ramah dan alasan yang dibuat-buat membuat kami akhirnya memutuskan untuk segera beranjak dari pos satpam
Kapenrem Mayor Inf CH Prabowo akhirnya mengantarkan kami keluar dari pos security tersebut.
Sumber : Saibumi

5 komentar:

  1. Keamanan hrs diperketat dg keluar masuknya orang2 yg tdk bertanggung jawab, mengakibatkan merusak acara/sabotase dan hrs dimaklumi para pemburu berita

    BalasHapus
  2. Pers kadang sangat kelewatan. Semua mo d publikasikan. Yang sifatnya rahasia malah jadi santapan publik.

    BalasHapus
  3. mungkin ada alusista ghoib mbak. (rhasia negara) tapi ada juga yang go publik / ada yang dirahasiakan demi keamanan negara

    BalasHapus
  4. pers juga gak bisa terlalu dipercya.. krn bisa aja ada org pers jadi mata mata asing.walaupun rkyt indonesia.. waspadalah.waspadalah.

    BalasHapus