Senin, 29 Desember 2014

Koarmatim Tambah Tiga Kapal Perang Untuk Sar Air Asia


Surabaya (MI) : Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengerahkan tiga kapal perang selain kekuatan unsur yang sudah ada sebelumnya dalam melaksanakan pencarian Pesawat Asia Air QZ8501. Tiga kapal perang tersebut diberangkatkan dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (29/12), dini hari.


Tiga Kapal Perang tersebut adalah KRI Bung Tomo-357, dan KRI Yos Sudarso-353, keduanya merupakan Kapal Perang di bawah jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim (satkorarmatim) dan KRI Pulau Rengat-711 dari Satuan Kapal Ranjau Koarmatim (Satranarmatim).


KRI Bung Tomo-357 merupakan kapal terbaru yang dimiliki TNI AL. Kapal perang yang saat ini dikomandani Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, ST. tersebut adalah kapal perang jenis Multi Role Ligt Frigate diresmikan masuk jajaran TNI AL pada tanggal 4 Desember 2014.  Selain dilengkapi persenjataan yang canggih untuk keperluan perang udara, atas air maupun bawah air, kapal ini juga dilengkapi dengan sistem penginderaan yang sangat tajam. Untuk sensor bawah air kapal perang ini dilengkapi radar berbasis sonar di lambung, Thales Underwater Systems TMS 4130C1, yang mampu mendeteksi kapal selam maupun bangkai pesawat.


KRI Yos Sudarso-353 tidak kalah canggih dari KRI Bung Tomo-359. Kapal perang yang sukses melakukan misi penyelamatan penumpang kapal MV. Sinar Kudus ke perairan Somalia beberapa tahun yang lalu tersebut merupakan kapal  perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali. Selain dilengkapi radar navigasi dan radar kontrol penembakan atau fire control, KRI Yos Sudarso yang dikomandani Kolonel Laut (P) Sigit Santoso, juga dilengkapi dengan Sonar PHS-32 yang mampu mendekteksi kehadiran kapal selam sehingga dapat diandalkan dalam misi pencarian pesawat Air Asia QZ850 yang hilang kontak tersebut.


KRI Pulau Rengat-711 adalah sebuah kapal perang jenis pemburu ranjau laut yang masuk jajaran Satuan Kapal Ranjau Koarmatim (Satranarmatim). Lambung kapal ini dibangun dari material khusus yang tidak menimbulkan jejak magnetik, yakni mengadopsi jenis plastik yang diperkuat dengan kaca (glass-reinforced plastic atau GRP). Untuk perangkat buru ranjaunya menggunakan sistem sensor dan processing 1 unit Sonar DUBM, 1 Thales underwater system TSM, side scan sonar, Sonar TSM 2022, 1 SAAB Bofors Double Eagle Mk III Self Propelled Variable Depth Sonar, dan 1 Consilium Selesmar Type T-250/10CM003 Radar. 

Selain kemampuan sonar KRI Pulau rengat juga memiliki PAV (Poisson Auto Propulsion), sejenis kapal selam selam tanpa awak yang sanggup mendeteksi keberadaan pesawat di laut dalam. kapal selam ini mempunyai jangkauan satu kilometer dengan kemampuan penetrasi hingga kedalaman 500 meter. Kecanggihan sensor bawah air inilah yang  diharapkan mampu mendulang sukses dalam misi pencarian pesawat Air Asia dengan nomor penerbagan QZ8501 tersebut. Saat ini KRI Pulau Rengat-711 dikomandani Mayor Laut (P) Cecep Hidayat.



Selain prajurit sebagai ABK kapal, di tiga Kapal Perang Koarmatim tersebut, juga onboard Tim Medis yang terdiri dari dokter dan paramedis serta obat dan peralatan pendukung lainnya, penyelam TNI AL dari Dislambair Koarmatim dan tim dari Satkopaska Koaramtim.


Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos, dalam wawancaranya dengan para wartawan mengatakan, bahwa sampai saat ini TNI AL telah mengerahkan 8 KRI, 2 KAL, 2 pesawat udara CN 235 dan 2 Helly. Selain itu Koarmatim juga menyiagakan satu Kapal Rumah Sakit dan dua Frigate yang sewaktu-waktu siap diberangkatkan. Lebih lanjut Kasarmatim mengatakan, bahwa dalam pencarian ini TNI AL berada di bawah kendali Basarnas. Titik pencarian yang disisir unsur-unsur TNI AL mengacu pada area yang telah disampaikan Basarnas, namun demikian sambil jalan di cari titik-titik kemungkinan yang lain.















Sumber : Koarmatim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar