Minggu, 21 September 2014

Melihat Makna Strategis Lawatan Presiden SBY ke Portugal


Lisabon (MI) : Selama dua hari Presiden SBY berkunjung ke Lisabon, ibukota Portugal. Apa nilai strategis SBY berkunjung ke Portugal? Padahal, selama ini nilai perdagangan di antara kedua negara masih kecil. Selain itu, jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Portugal juga hanya 150 jiwa.

Presiden melakukan pertemuan bilateral secara maraton pada Jumat (19/9/2014). Pertama kali Presiden SBY bertemu Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva di Istana Presiden. Setelah itu, Presiden SBY bertemu Perdana Menteri Pedro Passos Coelho sekaligus melakukan santap siang di kediaman Perdana Menteri.

Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, Presiden SBY bertemu Ketua Parlemen Assuncao Esteves di gedung parlemen. Pada sore hari, Presiden SBY bertemu Walikota Lisabon Antonio Costa. Malam harinya, Presiden SBY bertemu kembali mereka dalam jamuan makan malam. Sabtu (20/9/2014) siang, Presiden SBY bertolak menuju New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

Dari berbagai pertemuan di Porugal itu, setidaknya ada beberapa hal strategis yang dilakukan Presiden SBY. Pertama, kunjungan Presiden SBY merupakan kunjungan kedua oleh Presiden Indonesia. Sebelumnya, Presiden Soekarno berkunjung ke Portugal pada tahun 1960. Tentu kunjungan Presiden SBY ini semakin memperat hubungan diplomatik kedua negara.

Hubungan Portugal dan Indonesia sebetulnya sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Portugal sempat menjajah Indonesia sekian lama. Setelah Indonesia merdeka, hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal dibuka secara resmi pada 1950. Namun, pada tahun 1976, hubungan diplomatik kedua negara terputus gara-gara kasus Timor Timur (Timor Leste). Setelah Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia, hubungan Indonesia dan Portugal kembali dibuka pada Desember 1999 setelah ditandatanganinya normalisasi hubungan diplomatik.

Presiden Anibal telah berkunjung ke Jakarta pada 2012 lalu. Dengan kunjungan Presiden SBY ke Lisabon sebagai kunjungan balasan ini akan semakin mendorong pihak Indonesia dan Portugal untuk lebih saling mengenal. Penguatan hubungan diplomatik ini juga sangat penting untuk upaya kerjasama antar dua negara di forum-forum multilateral.

Kedua, kunjungan Presiden SBY memperkuat kepedulian terhadap Timor Leste. Baik Indonesia maupun Portugal memiliki sejarah dengan Timor Leste. Presiden Portugal merasa terharu dan terima kasih atas kepedulian Indonesia terhadap pembangunan dan kemajuan Timor Leste. Salah satunya Indonesia mendukung masuknya Timor Leste sebagai negara anggota Asean.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden SBY dan Presiden Anibal telah sepakat untuk bersama-sama membantu Timor Leste. Peran Indonesia sangat strategis, apalagi selama ini banyak tudingan pelanggaran HAM pemerintah Indonesia (TNI) di Timor Leste oleh kalangan internasional. Indonesia selama ini terus melakukan kepedulian dan bersahabat dengan Timor Leste.

Ketiga, Indonesia dan Portugal sama-sama memiliki posisi strategis dalam bidang ekonomi. Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asean akan bisa membantu membuka pasar produk-produk Portugal di kawasan Asean, Asia Timur dan Pasifik. Sedangkan Portugal akan menjadi jembatan Indonesia membuka pasar produk-produk Indonesia ke kawasan Eropa Barat, Afrika, Amerika Latin, serta negara-negara berbahasa Portugis.

Selama ini Portugal dinilai sangat berkontribusi dalam proses rekonstruksi Uni Eropa, pembentukan Traktat Maastricht dan masuknya mata uang escudo ke dalam sistem moneter Eropa. Traktat Lisabon yang ditandatangani pada 13 Desember 2007 juga menjadi tonggak sejarah bagi kerja sama regional di Eropa. Sementara itu, Indonesia dikaruniai potensi sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang produktif, sekaligus sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Dengan adanya saling berkunjung di antara kedua kepala negara, maka Indonesia dan Portugal akan saling melihat potensi masing-masing untuk kemudian dikerjasamakan. Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto menyambut baik kunjungan ke Lisabon. Menurut dia, pertemuan bisnis yang digelar di Hotel Ritz Four Seasons Lisabon sebagai bagian agenda dari lawatan SBY ini diapresiasi oleh kalangan pengusaha Portugal.

Menurut dia, seusai lawatan SBY ini, maka pengusaha Portugal dan Indonesia akan semakin sering bertemu. Dia yakin bahwa Portugal akan menjadi jembatan Indonesia untuk kawasan Eropa dan Afrika dan Indonesia akan menjadi jembatan Portugal di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik akan bisa terwujud.











Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar