Kamis, 19 Maret 2015

Pemerintah Seleksi Ketat Penambahan Alutsista



MEDAN (MI)Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui, pemerintah menyeleksi ketat penambahan alutsista atau alat utama sistem persenjataan untuk mengefektifkan fungsi alat tersebut. Ia menekankan, alutsista yang akan dibeli adalah yang memang diperlukan. 


"Alutsista yang dibeli adalah alat-alat yang memang berguna dan sudah sangat penting atau diperlukan," kata Ryamizard, seusai ramah tamah dengan Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (18/3/2015) malam. 



Ia mencontohkan, peralatan yang penting adalah pesawat berbadan besar yang bisa mengangkat alat berat, serta radar. Kapal besar pengangkut alat berat itu sangat penting jika terjadi bencana alam di berbagai daerah.



Sementara, radar di laut juga bisa mendeteksi berbagai bencana seperti kasus kecelakaan pesawat AirAsia beberapa waktu lalu, dan termasuk aksi perompakan hasil laut.



"Walau tidak salah, tapi saya kira pembelian pesawat untuk dipertunjukan dalam acara-acara tertentu tidak begitu penting," katanya.



Selain itu, ia menegaskan, membeli alat persenjataan jangan karena bagus atau faktor lainnya, tetapi memperhatikan soal kegunaannya untuk mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang bisa mengancam kesatuan dan persatuan Indonesia. Apalagi, katanya, ancaman perang terbuka belum nyata dan kemungkinan kecil terjadi di Indonesia.



"Makanya alutsista untuk kepentingan hal-hal itu yang dinilai tepat untuk dibeli," ujar Ryamizard. 







Sumber : KOMPAS

13 komentar:

  1. ancaman perang terbuka tidak mungkin ada asal penguasa nurut jadi jogos sekutu kekayaan alam bisa di jarah asing perang terbuka tidak mungkin terjadi .

    BalasHapus
  2. Untuk bencana memang perlu,tpi alutsista yg punya efect gentar buat yg mau macam-macam sama RI sangat penting,apakah mau RI kehilangan salah satu pulaunya lagi karena di anggap remeh ???

    BalasHapus
  3. Sepertinya Jokowi salah pilih Menhan. harusnya ryamizard di jadikan Mensos. karena beliau tidak tau bahwa konflik terbesar yg kemungkinan terjadi dimasa depan adalah LCS Laut Cina Selatan. dan indonesia pasti terserempet dg konflik itu. pembelian alutsista harusnya jadi prioritas utama. Sedia payung sebelum Hujan.

    BalasHapus
  4. Sepertinya Jokowi salah pilih Menhan. harusnya ryamizard di jadikan Mensos. karena beliau tidak tau bahwa konflik terbesar yg kemungkinan terjadi dimasa depan adalah LCS Laut Cina Selatan. dan indonesia pasti terserempet dg konflik itu. pembelian alutsista harusnya jadi prioritas utama. Sedia payung sebelum Hujan.

    BalasHapus
  5. menhan pilihan partai ...bagus berubah haluan jangka panjang kepentingan negara harus lebih di utamakan bukan kepentingan partai di no satukan .
    perkara ketua partai terikat trakat perjanjian ama negara tertentu lupakan sajaa itu akan lebih baik buat ke selamatan negara .

    BalasHapus
  6. pak menhan...tolong di ingat nkri harga mati....semestinya harus di dukung sama alusista yang canggihaa dan moderen....biar kita ada wibawah di mata bangsa'' lain....klau belinya alusista yang di di bawah negara lain,pasti kita akan di permalukan....bikin efek gentarlah buat tetangga'' kita nie,biar kita tidak di pandang sebelah mata sama negara lain....rakyat indonesia menyetujui jika bapak membelinya.....

    BalasHapus
  7. Apapun itu indonesia hanya kelopak kerang yang isinya milik asing ini harus dibenahi pemerintahan, yang wilayahnya besar dijaga TNI tp melindungi asing itulha penyebab utama rakyat miskin karena kekayaan alam dikuasai dan dikelola asing.

    BalasHapus
  8. Pak Menhan yang Terhormat kita bisa lihat Singapura ,Malaysia dua negara tetangga ini adakah ancaman perang terbuka.bahkan saya nilai keamanan negara mereka lebih baik dari kita,tetapi lihat kecanggihan dan ,kehandalan Alutsista negara2 tersebut padahal tidak ada ancaman perang terbuka terhadap ke-2 negara tersebut.Mari kita sama mengingat tentang Pesawat Su-27/Su-30 MKI kita yang ter Lock in radar lawan ,tanpa kita bisa deteksi darimana ancaman radar lock in itu.karena itulah Bapak Menhan yang terhormat kita harus beli alutsista yang canggih dan handal , agar RI ini tidak dilecehkan oleh negara lain Trims dan Mohon Maaf

    BalasHapus
  9. Ternyata melow ... jadi bapak rumah tangga saja pak damai bisa mandiin burung tiap pagi

    BalasHapus
  10. Pak Menhan saya agak bingung dengan pernyataan bapak malah membeli peralatan besar itu bisa dibelakangkan sekarang cina sudah merengseek ke LCS singapore sudah siapin banyak senjata untuk perang australia dan new zealangd sudah kedesak amerika sudah mulai masuk siapa bilang "kecil" KEMUNGKINAN TERJADI PERANG malah sekarang perang besar sudah dipersiapkan dan diambang mata Pak, yang kitabutuhkan adalah alutsista pemungkas dan powwerfull untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara....piye toh pak........pusing pusing pemimpin kayak gitu pembantu pembantunya sama kayak gitu....mau jadi apa NKRI ini ya Allah................

    BalasHapus
  11. Pak Menhan saya agak bingung dengan pernyataan bapak malah membeli peralatan besar itu bisa dibelakangkan sekarang cina sudah merengseek ke LCS singapore sudah siapin banyak senjata untuk perang australia dan new zealangd sudah kedesak amerika sudah mulai masuk siapa bilang "kecil" KEMUNGKINAN TERJADI PERANG malah sekarang perang besar sudah dipersiapkan dan diambang mata Pak, yang kitabutuhkan adalah alutsista pemungkas dan powwerfull untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara....piye toh pak........pusing pusing pemimpin kayak gitu pembantu pembantunya sama kayak gitu....mau jadi apa NKRI ini ya Allah................

    BalasHapus
  12. Menhan ini kayaknya tidak tahu lagu "Sakitnya tuh disini". Lepasnya sipadan dan Ligitan karena RI memble dalam alutsista, dikuasinya Sumber Daya Alam Indonesia karena Indonesia lemah dimata asing dan mudah didikte, muka serem tapi hatinya lembek. Mau dikemanakan negeri ini, atau mau tetap jadi jongos ASU dan selalu mengalah bahkan terhadapp negara sekecil Sonora dan Malingsia. Sonora dan Malingsia negara yang begitu kecil tapi suka usil alutsistanya mentereng dibanding RI, payah nih menterii haddduuuuuuh payah 1000 x

    BalasHapus