Kamis, 25 Desember 2014

Lapan dan LIPI Kerja Sama Uji Satelit Lapan A3

http://www.lapan.go.id/upload/gabungan_sign_mou_lapan-lipi.jpg

Bandung (MI) : Satelit Lapan A3 saat ini masih dalam tahap integrasi dan pengujian. Uji yang dimaksud diantaranya radio frequency (RF), electromagnetic compatibility (EMC), serta uji vibrasi satelit dan komponen pendukungnya. Untuk itu, Lapan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah memiliki fasilitasi laboratorium uji tersebut. 

“Kerja sama ini menjadi sangat penting sekali. Kami selalu menginginkan bahwa antar Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) khususnya LPNK Riset dan Teknologi (Ristek) bisa saling bertukar informasi tentang fasilitas yang ada, kemudian kapasitas, capability, supaya bisa secara efektif saling tukar, saling mengisi,” kata Kepala Lapan Prof. Thomas Djamaluddin dalam acara penandatanganan naskah kerja sama antara Lapan dengan LIPI di Gedung LIPI, Jakarta, pada Senin (22/12). 

Thomas menambahkan, satelit Lapan A3 memiliki bobot 50 kg dan pengembangan selanjutnya ialah generasi Lapan A4 dan Lapan A5 yang mencapai bobot 150 kg. “Ke depannya kita akan mengembangkan satelit nasional, kelasnya 500kg dan hasil konsorsium, dalam konsorsium ini LPNK terkait akan masuk. Kerja sama seperti ini menjadi sangat penting supaya saling tukar, saling memanfaatkan fasilitas yang ada, menjadikan anggaran kita lebih efisien,” ujar Thomas.

Sejalan dengan Thomas, Kepala LIPI Prof. Iskandar Zulkarnaen menyambut baik kerja sama ini. ”Kami mendukung upaya Lapan yang tengah mengembangkan satelit nasional untuk penginderaan jauh yang memiliki kapasitas dan daya jangkau yang luas yakni Lapan A2 dan Lapan A3 dimana Lapan A3 saat ini masih dalam tahap integrasi dan pengujian yakni pengujian vibrasi dan EMC,” Iskandar menjelaskan. 

LIPI melalui Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) sudah memiliki fasilitas pengujian vibrasi dan EMC, meskipun alat ukur yang dimiliki oleh P2SMTP bukan untuk lingkup satelit, tetapi fasilitas dasar seperti chamber untuk EMC dapat digunakan untuk lingkup yang lebih luas. 

“Untuk itu, karena Lapan harus menyediakan sendiri alat ukur atau alat bantu pengujian, maka kegiatan pengujian satelit Lapan dan komponen-komponennya, harus diikat dengan nota kesepahaman ini, yang selanjutnya akan diikuti dengan perjanjian kerjasama yang memperinci kegiatan pengujian dan penelitian tentang pengembangan satelit buatan Indonesia,” Iskandar menambahkan. 

Untuk itu, sebagai tindak lanjut kerja sama, pada acara tersebut ditandatangani juga naskah Perjanjian Kerja Sama Lapan dengan P2SMTP yang ditandatangani oleh Kepala Biro Kerjasama dan Humas Lapan Agus Hidayat, dan Kepala P2SMTP Harry Arjadi.
















Sumber : LAPAN

1 komentar:

  1. rakyatmenunggu...ditrngah serba keterbatasan semoga para ilmuwan lokal tdk tergoda dg anggaran yg sangat sedikit...maksudnya digunakan sebaik-baiknya/tdk dikorup....ngambilnya jngn banyak2lah biar cpt maju

    BalasHapus