Jumat, 27 Maret 2015

TNI AL dan Militer Malaysia Jaga Selat Malaka dari Perompak


Batam (MI) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut bekerja sama dengan militer Malaysia dalam menjaga perairan Selat Malaka dari kejahatan perompakan.
TNI telah membentuk Satuan Tugas Angkatan Laut (AL) yang disebut Elang Laut. Satuan ini terdiri dari unsur marinir, intelijen AL, dan satuan khusus AL.


Menurut Komandan Batalyon Infanteri 10/Marinir, Letnan Kolonel Marinir Kresno Pratowo, keberadaan satuan tugas itu selain untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga untuk mengamankan Selat Malaka. Terutama dari kejahatan perompakan. 



TNI sudah mendapatkan informasi tentang titik atau lokasi perompakan yang meresahkan. TNI bekerja sama dengan militer Malaysia akan memperketat patroli di laut.



"Banyaknya isu perompakan di Selat Malaka dan pelabuhan tikus (pelabuhan ilegal untuk penyelundupan), menjadi target kita dalam memberikan keamanan bagi yang melintasinya," kata Kresno Pratowo kepada VIVA.co.id di Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 27 Maret 2015.



Dalam kesempatan itu, sebanyak 350 personel marinir Batalyon Infanteri 10 berlatih mengarungi laut dengan arus deras di bawah jembatan I Barelang, Batam. Kegiatan itu untuk menjaga kewaspadaan dan kesiapsiagaan para personel.



Kresno Pratowo mengatakan bahwa sebagai prajurit mereka siap menjaga lautan NKRI, apalagi Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan negara luar.



"Peralatan kita paling lengkap dari batalyon yang ada di Indonesia, seperti amfibi, altileri, sudah siap. Maka itu prajurit prajurit saya, harus siap di setiap waktu untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia," kata Kresno.



Batalyon Infanteri 10/Marinir bermarkas di Pulau Setoko, Batam, Kepulauan Riau. Berdiri di atas lahan seluas 37 hektare.



Batalyon Infanteri 10/Marinir adalah sebuah pasukan pendarat amfibi Korps Marinir TNI AL yang merupakan bagian dari Korps Marinir. Batalyon itu merupakan Batalyon Infanteri Marinir pertama yang mendapat fasilitas terlengkap, juga diperkuat tank amfibi, kendaraan tempur antiserangan udara, unit peluncur roket multilaras, dan unit kendaraan taktis.



Sea Rider dan Combat Boat dilengkapi dermaga sandarnya dibangun di belakang Markas Komando Batalyon. 









Sumber : VIVA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar